Dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra dalam Era Teknologi, FKIP Universitas Mataram, 21 April 2014 ISBN 978-602-1570-25-8 Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Media Massa dalam Implementasi Kurikulum 2013 oleh Diena San Fauziya STKIP Siliwangi Bandung Pos-el: dienasanf@yahoo.co.id Abstrak Perkembangan media massa, baik media cetak maupun media elektronik, dari masa ke masa semakin menyemarakkan berbagai aspek kehidupan. Dalam perkembangannya, sekarang ini media massa lebih mudah dijangkau oleh berbagai daerah dan berbagai kalangan. Letak geografis seperti perkotaan dan pedesaan serta usia tidak lagi menjadi suatu pembatas dalam pengonsumsian informasi yang disajikan media massa. Sekaitan dengan pembelajaran, media massa dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bahan pembelajaran, baik untuk sumber maupun strategi pembelajaran. Selain itu, isi atau kandungan informasi yang disuguhkan berbagai media massa ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk dapat terus mengikuti perkembangannya. Salah satu aspek yang belakangan menjadi sorotan adalah munculnya program-program acara, tokoh, aktor, dan aktris yang memberikan warna tersendiri melalui penggunaan bahasanya. Sebutlah beberapa acara kuis yang menghadirkan pembelajaran kosakata, tokoh yang menjadi motivator dengan penggunaan bahasa yang memukau, atau aktor dan aktris yang mengundang banyak kontroversi karena penggunaan bahasanya. Fenomena yang muncul ini sangat menarik dan dengan luas dapat menjadi sebuah peluang untuk dijadikan sebuah dasar pembelajaran bahasa. Dengan luasnya penggunaan bahasa dalam media massa, siswa dapat belajar bahasa melalui penggunaan bahasa yang nyata digunakan dalam kehidupan. Selain itu, mereka dapat belajar secara induktif. Artinya, dengan sendirinya mereka akan menemukan hakikat pembelajaran bahasa melalui penarikkan kesimpulan dan bahkan pengomunikasian berdasarkan keadaan khusus yang mereka amati, kritisi, kumpulkan dan bahkan asosiasikan. Pembelajaran seperti ini merupakan salah satu ciri pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, yakni pembelajaran yang menuntut siswa aktif melalui 5M: mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Melalui pembelajaran dengan proses yang bermakna tersebut diharapkan pembelajaran bahasa akan menjadi lebih efektif, tidak hanya secara teoretis, tetapi juga praktis. Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Media Massa, Kurikulum 2013 Pendahuluan Kurikulum 2013 membawa perubahan bagi peran bahasa Indonesia. Berdasarkan kurikulum terbaru ini, bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai mata pelajaran, tetapi juga memiliki peran sebagai penghela dan pembawa ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia sebagai penghela dan pembawa ilmu pengetahuan setidaknya mengukuhkan