Model Antrian pada Pelayanan Kesehatan … PA. Rhamani S., Nichson JM. Teknologi Elektro Vol. 8 No.2 Juli - Desember 2009 86 MODEL ANTRIAN PADA PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT Putu Ayu Rhamani Suryadhi, Nichson Jp Manurung, Staff Pengajar Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Bali, 80361 Email: rhamani@ee.unud.ac.id Abstrak Jika ingin mendapatkan layanan kesehatan pada sebuah rumah sakit atau klinik, biasanya harus mengantri untuk menunggu giliran dilayani. Jenis layanan kesehatan sangat sulit untuk ditentukan trafiknya, karena kapan orang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan sulit untuk diketahui. Penelitian ini menganalisa dan menentukan model antrian pelayanan kesehatan di Poli Bedah dan Poli Mata di Rumah Sakit Umum Sanglah berdasarkan pola kedatangan, waktu layanan dan distribusi jumlah dokter yang melayani pasien dengan menggunakan distribusi frekuensi. Berdasarkan karakteristiknya dan dinotasikan kedalam notasi Kendall maka model antrian pada pelayanan kesehatan di Poli Bedah dan Poli Mata Rumah Sakit Umum Sanglah digolongkan kedalam sistem antrian M/M/n, dimana kedatangan pasien terdistribusi, waktu pelayanan terhadap pasien terdistribusi normal dan jumlah dokter yang melayani pasien terdistribusi seragam yaitu lebih dari satu orang. Kata kunci: antrian, notasi Kendall, pelayanan kesehatan 1. PENDAHULUAN Pada dasarnya, pekerjaan mengantri untuk mendapatkan layanan adalah hal yang tidak disenangi. Terutama untuk mendapatkan layanan ketika sakit atau ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Jenis layanan kesehatan sangat sulit untuk ditentukan trafiknya, karena kita tidak tahu kapan orang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan. Hal ini tentu sangat mempengaruhi lamanya antrian pada pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dengan variasi kedatangan pasien pada layanan, tentu akan mempengaruhi kinerja dan efisiensi dari petugas medis atau tenaga kerja yang ada, dan berpengaruh terhadap kepuasan dan kenyamanan pasien. Pentingnya pengoptimalan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, dapat dilakukan salah satunya dengan mengetahui sistem antrian yang tepat digunakan pada pelayanan kesehatan. Untuk itu dianalisa pola kedatangan pasien, waktu pelayanan pasien dan jumlah dokter yang ada pada Poli Bedah dan Poli Mata dengan menggunakan disiplin antrian FIFO (First In First Out). 1.1. Sistem Antrian Antrian secara umum disebut sebagai terminal antara produsen dengan konsumen. Sebuah produsen adalah segala sesuatu yang menyimpan data di antrian, dimana konsumen adalah segala sesuatu yang mengambil data dari antrian. Terdapat dua jenis antrian, yaitu antrian yang terbatas dan yang tidak terbatas. Antrian terbatas adalah antrian yang mempunyai batasan tempat dari jumlah layanan yang dapat ditangani dalam satuan waktu. Sistem ini sangat bermanfaat jika batasan memori terbatas, misalnya pada peralatan router atau sentral pesan. Sedangkan antrian tak terbatas adalah sebaliknya, sistem dapat secara bebas meningkatkan antrian sampai batas perangkat kerasnya memungkinkan. Manfaat dari sistem antrian ini adalah untuk mengatur antrian konsumen, sehingga konsumen tidak perlu antri berbaris menungggu dilayani. Juga memberi kepuasan dan kenyamanan kepada konsumen. Dan secara langsung meningkatkan bonafiditas perusahaan sekaligus menunjukkan perusahaan serius dan profesional dalam menangani konsumen. Selain itu maka tenaga kerja yang ada akan dapat dimanajemen, sehingga bisa diefisienkan. Gambar 1.1. Interaksi antara produsen, konsumen dan antrian 1.2. Aturan Pelayanan Pelanggan bisa dilayani secara satu persatu ataupun bersamaan sekaligus. Akan didapatkan beberapa kemungkinan yang terjadi ketika kita meminta sebuah layanan, antara lain :