Jurnal Dinamis,Volume II, No.12, Januari 2013 ISSN 0216-7492 1 EFEK METIL ESTER MINYAK JARAK PAGAR DENGAN DIMETIL ESTER TURUNAN OLEAT TERHADAP EMISI GAS BUANG DARI MESIN DIESEL Muhammad Syafii, Timbangen Sembiring, Nimpan Bangun Pascasarjana FMIPA Fisika USU Jl. Bioteknologi No.1. Kampus USU Medan-Telp/Fax.061-8214290 Email : syafii_zafa@yahoo.com Abstrak Penelitian efek metil ester minyak jarak pagar dan dimetil ester rantai bercabang ( DMEB) turunan oleat terhadap emisi gas buang pada mesin diesel. Metil ester minyak jarak pagar dibuat dengan cara tranesterifikasi Dari hasil pengujian didapat m minyak jarak pagar dan dimetil ester rantai bercabang (DMEB) dibuat dengan proses kabonilasi asam oleat, pengujian ini meliputi 4 (empat) jenis bahan bakar yakni B0, B5, B10 dan B10mix yang mengandung metil ester berturut-turut 0% (100% solar pertadex), 5%, 10% dan B10 mix (10% metil ester dan 1% DMEB), kemudian dilakukan dengan menggunakan motor diesel TD110-TD115 test bed and instrumentation for small engines pada putaran 1600 rpm,dan auto gas analizer untuk mendeteksi emisi ga buang. Dari data penelitian didapat emisi CO B0 3,42%, B5 1,74%, B101,56%, dan B10mix 1,54%. Dan pada emisi HC untuk B0 185 ppm, B5 185 ppm, B10 184 ppm, dan B10mix 175 ppm. Sedangkan emisi CO 2 untuk B0 5,96%, B5 5,92%, B10 5,38%, dan B10mix 5,26%, sehingga efek metil ester minyak jarak pagar menurunkan emisi gas buang dibandingkan dengan B0 (solar pertadex). Makin tinggi persentase metil ester minyak jarak semakin turun emisi yang dihasilkan. Penambahan 1% dimetil ester rantai bercabang dapat menurunkan emisi hidrokarbon (HC) dari 184 ppm menjadi 175 ppm. Kata kunci: Metil ester, Dimetil ester, Tranesterifikasi, emisi, Karbonilasi. 1. PENDAHULUAN Banyak negara saat ini sedang mengembangkan energi yang berbasis sumber energi terbarukan sebagai pengganti energi fosil seperti energi matahari, gelombang laut, air, dan bioenergi. Pengembangan energi ini dipergunakan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pengaruh terhadap tingginya ketergantungan terhadap energi fosil khususnya minyak solar dan mengurangi pencemaran udara. Pada saat yang bersamaan, ketersedian energi fosil sudah semakin menipis, pembakaran sumber energi fosil khususnya bahan bakar solar banyak melepaskan emisi karbon ke atmosfer , antara lain karbon dioksida (CO 2 ), nitrogen oksida (NO x ), dan karbon monoksida (CO), yang menyebabkan pencemaran udara dan menjadi penyumbang besar terhadap pemanasan global [1]. Upaya meggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran udara dan efek pemanasan global, telah menjadi bagian penelitian pada bahan bakar alternatif salah satunya adalah pengembangan energi biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar yang bersumber dari mahkluk hidup, secara defenisi biodiesel merupakan campuran ester asam lemak rantai panjang yang dihasilkan dari lemak terbarukan (Renewable lipid) minyak tumbuhan atau hewan. Minyak nabati dilakukan melalui proses tranesterifikasi, sehingga menghasilkan metil ester asam lemak atau Fatty Acid Methyl Ester yang disebut dengan FAME. Dalam penggunaannya FAME sebagai bahan bakar dicampur dengan sebagian