PENGARUH INFORMATION QUALITY, SYSTEM QUALITY, SERVICE QUALITY TERHADAP USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEGAWAI PADA INSTANSI PENDIDIKAN TINGGI DI SURABAYA | PENGARUH INFORMATION QUALITY, SYSTEM QUALITY, SERVICE QUALITY TERHADAP USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEGAWAI PADA INSTANSI PENDIDIKAN TINGGI DI SURABAYA Tri Lathif Mardi Suryanto 1 , Djoko Budiyanto Setyohadi 2 , Benyamin L. Sinaga 3 E-mail : trilathif@gmail.com Program Studi Magister Teknologi Informaisi Universitas Atmajaya Yogyakarta Abstraksi : Kepuasan pengguna (user satisfcation) telah mendapat perhatian yang luas dalam banyak penelitian, namun bagaimana dengan user satisfaction terhadap Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) yang diterapkan pada Instansi Pendidikan Tinggi kususnya di Surabaya menarik untuk untuk menjadi penelitian yang terbatas. Sebagai aplikasi yang dapat menunjang keberhasilan bisnis pada Instansi dan pada kenyataanya dapat menjadikan sebuah added value, memacu untuk menjadi competitive advantage bagi tiap Instansi yang berhasil menerapkan. Oleh karenanya diperlukan pengujian faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepuasan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) yang nantinya dapat diterima menjadi salah satu sarana berkembangnya Instansi, karena keberhasilan sistem dalam memberikan kepuasan penggunaan akan berdampak keberhasilan pada Instansi Pendidikan Tinggi. Sebanyak 4 Instansi Pendidikan Tinggi yang ada di Surabaya dengan parameter besar menurut skala DIKTI dan ditambah dengan parameter Kampus Unggulan menurut KOPERTIS VII, telah disurvey dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara offline untuk memvalidasi pengukuran dan uji model. Dari hasil path analysis yang telah dilakukan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap user satisfactionadalah variabel information quality dengan koefisien regresi: Beta = 0.266, t hitung = 2.208, r 2 = 0.369, dan p-value = 0.030.Sedangkan 2 variabel yang lain yakni system quality memiliki nilai koefisien regresi: Beta = 0.229, t hitung = 1.681, r 2 = 0.369, dan p-value = 0.096, dan untuk variabel service quality memiliki nilai koefisien regresi: Beta = 0.200, t hitung = 1.466, r 2 = 0.369, dan p-value = 0.146. Kata kunci: information quality, system quality, service quality, user satisfaction 1. PENDAHULUAN Instansi Pendidikan Tinggi dapat dipakai sebagai ukuran utama bagi pembaharuan dalam kehidupan bernegara. Luaran Instansi Pendidikan Tinggi dapat merepresentasikan kualitas sumber daya manusia yang ada di Negara tersebut. Hal itu merupakan implikasi dari Pendidikan Tinggi sebagai perwujudan “Tri Dharma Perguruan Tinggi”sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Lebih lanjut, detail pelaksanaan PT diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 sebagai dasar Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. Penyelenggaraan Instansi Pendidikan Tinggi (PT) melibatkan semua aspek yang terkait. Sebagai contoh, perlakuan Perguruan Tinggi terhadap pegawai akan mempertimbangkan agar perlakuan tersebut juga berdampak domino bagi mahasiswa yang dididik. Perlakuan PT yang baik terhadap pegawai akan menimbulkan implikasi perlakuan pegawai yang baik bagi peserta didik. Dengan memahami realita tersebut, maka tuntutan perlakuan yang baik dari sebuah Instansi menjadi prioritas agar PT dapat memberikan perlakuan yang terbaik. Dengan mengacu bahwa peran IT mutlak diperlukan bagi perbaikan dalam proses-proses yang ada dalam suatu manajemen, maka peran IT bagi PT juga sangat diperlukan khususnya bagi pemenuhan tuntutan-tuntutan yang ada dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia. Di PT terdapat 3 tuntutan baru, yakni: (1) mempermudah kerjasama antara pakar serta menghilangkan batasan ruang, jarak dan waktu, (2) sharing information, (3) virtual university (Riwayadi, 2009). Dari uraian penelitian sebelumnya, pengelolaan PT akan menjadi sulit apabila suatu Instansi Pendidikan Tinggi tidak didukung dengan peran IT. sharing information adalah contoh