Agrium, Oktober 2010 Volume 16 No. 2 RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SEMANGKA TERHADAP PUPUK KANDANG DAN MULSA CANGKANG TELUR Alridiwirsah Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Email: alridiwirsah@yahoo.com Abstract Growth response and production of watermelon to manure and mulch eggshell has been studied. This study was designed according to randomized block design factorial with manure as the first treatment factor. Manure factor consists of four levels: control treatment (0 kg / plant), which is denoted as K0, standard 0.5 kg / plant (K1) and the standard of 1.0 kg / plant (K2) and the standard of 1.5 kg / plant (K3). While the mulch treatment factor consists of 2 levels: M0 (no mulch) and M1 (mulch eggshell). All units of the experiment was repeated 3 times, so that all experimental units totaling 24 units of the experiment. Each experimental unit consisted of four plants with three plants as a research sample. Variables measured in this study include the observation of plant length, age began flowering, harvesting, production of fruit per plant and fruit diameter. Based on a statistical analysis of variance method, the average difference test, regression analysis and correlation can be seen that up to doses of 1.5 kg / plant manure showed a linear relationship to the length of crop and fruit production per plant, while the use of mulch is a very real influence is indicated by the length and age of flowering plants, while on the other variables, both treatment and their interactions that do not significantly influence Keywords: growth response, watermelon, manure, mulch eggshell. Abstrak Respon pertumbuhan dan produksi semangka terhadap pupuk kandang dan mulsa cangkang telur telah diteliti. Penelitian ini dirancang menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan pupuk kandang sebagai faktor perlakuan pertama. Faktor pupuk kandang terdiri atas empat taraf yaitu perlakuan kontrol (0 kg/tanaman) yang dinotasikan sebagai K 0 , taraf 0,5 kg/tanaman (K 1 ) dan taraf 1,0 kg/tanaman (K 2 ) dan taraf 1,5 kg/tanaman (K 3 ). Sedangkan faktor perlakuan mulsa terdiri atas 2 taraf yaitu M 0 (tanpa mulsa) dan M 1 (mulsa cangkang telur). Seluruh unit percobaan diulang sebanyak 3 kali, sehingga seluruh unit percobaan berjumlah 24 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari empat tanaman dengan tiga tanaman sebagai sampel penelitian. Peubah yang diukur dalam penelitian ini meliputi pengamatan panjang tanaman, umur mulai berbunga, umur panen, produksi buah per tanaman dan diameter buah. Berdasarkan hasil analisis data secara statistik dengan metode sidik ragam, uji beda rata-rata, analisis regresi dan korelasi dapat diketahui bahwa hingga dosis 1,5 kg/tanaman pemberian pupuk kandang menunjukan hubungan linier terhadap panjang tanaman dan produksi buah per tanaman, sedangkan dari penggunaan mulsa pengaruh yang sangat nyata ditunjukkan oleh panjang tanaman dan umur mulai berbunga sedangkan pada peubah yang lain, kedua perlakuan dan interaksinya memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Kata kunci: respon pertumbuhan, semangka, pupuk kandang, cangkang telur. A. PENDAHULUAN Semangka, Citrullus vulgaris SCHARD di Indonesia ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut. Tanaman semangka memerlukan banyak air, tetapi tidak tahan terhadap air yang menggenang. 1 Semangka merupakan tanaman semusim, yang buahnya banyak digemari karena memberikan rasa segar terutama jika dimakan pada waktu cuaca panas. Penanaman semangka umumnya dilakukan di lahan sawah setelah padi dengan memanfaatkan air irigasi, namun tidak menutup kemungkinan bila dibudidayakan di lahan kering yang memiliki sumber air kecil pada musim kemarau dengan memanfaatkan teknologi tandon air/embung. Dengan pengelolaan air dari tandon air/embung memungkinkan diperoleh keuntungan yang lebih tinggi jika dimanfaatkan untuk berusahatani semangka dibandingkan dengan tanaman lain seperti jagung dan kacang tanah. 2 Semangka menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya kandungan bahan organik, terutama jenis tanah geluh pasir yang aerasi dan draenasenya baik. 3 Pemupukan merupakan salah satu usaha untuk menambah kekurangan unsur hara tanaman ke dalam tanah, berfungsi sebagai nutrisi tanaman yang dipergunakan untuk pertumbuhan tanaman. Tetapi tidak semua pupuk diberikan kedalam tanah dapat diserap