ANTI FORENSICS TOOLS DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN DATA FATHONI MAHARDIKA STMIK Sumedang, Magister Teknik Informatika Universitas Langlangbuana fathoni@stmik-sumedang.ac.id YULIAN SANI Magister Teknik Informatika, Universitas Langlangbuana Bandung yuliansani@gmail.com ABSTRAK Anti Forensik merupakan suatu bagian kajian di bidang Teknologi Informasi yang bertujuan untuk mengamankan data digital yang bersifat rahasia, agar tidak ditemukan oleh ahli komputer forensik (investigator) pada saat proses investigasi. Andaikata, data digital berhasil ditemukan, maka data tersebut diupayakan agar tetap tidak layak dengan standar hukum yang tersedia, karena data digital tersebut integritasnya sudah tidak sesuai. Dalam Anti Forensik terdapat serangkaian konsep yang dikelompokan berdasarkan cara mengamankan datanya. Anti Forensik dilakukan dengan menggunakan tools khusus sebagai cara untuk merahasiakan data. Kata Kunci : Digital Forensik, Anti Forensik, Anti Forensik Tools, Security 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Suatu data digital yang penting dan rahasia akan dapat mengakibatkan kerugian jika data tersebut diketahui oleh pihak lain yang tidak berhak. Pemilik data aslinya tentunya tidak ingin datanya dicuri dan diketahui oleh pihak pihak lain karena akan dapat merugikan privasi pribadi atau kelompok, misalnya pada suatu organisasi atau kelompok. Komputer Forensik adalah suatu tindakan untuk mencari, mengidentifikasi dan menemukan barang bukti digital untuk dipergunakan didalam persidangan. Tujuan utama tindakan komputer Forensik adalah menemukan dan mengumpulkan bukti digital yang selanjutnya dapat dipergunakan dan diterima oleh pengadilan sebagai media pembuktian. Data digital yang didapatkan melalui proses investigasi, harus terjaga kondisinya, agar data tersebut tidak mengalami perubahan baik disengaja atau pun tidak. Anti Forensik merupakan ilmu pengetahuan yang menjadi lawan dari Komputer Forensik. Komputer Forensik bertujuan untuk mencari bukti digital (digital evidence) sedangkan Anti Forensik bertujuan untuk menyulitkan investigator dalam mencari dan menemukan bukti digital. Andaikata meskipun bukti digital telah ditemukan, maka diharapkan keaslian data tersebut akan diragukan, karena integritas data tersebut memiliki nilai yang tidak sesuai.