495 ISBN: 979-26-0280-1 Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 Evaluasi Ontologi Penyakit Saraf Menggunakan Schema Metric Onto-QA Christopel H Simanjuntak *) , Sri Suning Kusumawardani **) , Adhistya Erna Permanasari ***) Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada E-Mail: * christopelsimanjuntak.ti14@mail.ugm.ac.id, ** suning@ieee.org, *** adhistya@ugm.ac.id Abstrak Informasi dan data tentang penyakit saraf sangatlah penting dalam menentukan tindakan pakar akan penyakit tersebut. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengekstraksi pengetahuan dari sumber yang ada. Ontologi penyakit saraf dirancang untuk merepresentasikan pengetahuan tentang penyakit saraf. Dalam perancangan ontologi ini telah ditentukan hirarki class, relasi yang berkaitan dan atribut yang mendeskripsikan individu. Proses evaluasi dilakukan menggunakan schema metric yang terdiri atas Relationship Richness (RR), Inheritance Richness (IR) dan Attribute Richness (AR). Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, evaluasi ini menghasilkan nilai RR 0,5, IR 0,77 dan AR 2,28. Hasil ini mengindikasikan bahwa ontologi yang dibangun memiliki informasi yang cukup untuk pembangunan pengetahuan serta dapat dikategorikan sebagai deep ontology dan ontologi ini memiliki rata-rata 2 atribut tiap class. Kata kunci: Ontologi, OntoQA, Schema Metric, penyakit saraf. 1. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi saat ini membuat informasi yang penting dan bermakna bisa menjadi suatu pengetahuan yang bisa berguna untuk membantu menyelesaikan masalah. Pengetahuan yang telah didapat bisa membantu manusia untuk menangani berbagai macam penyakit yang ada di dunia. Salah satu penyakit yang perlu diperhatikan ialah penyakit saraf. Dalam sta- tistik tahun 2007 dari WHO menyatakan 1 diantara 6 orang dari 1 miliar populasi manusia menderita penyakit saraf baik Alzheimer, parkinson, stroke, migran dan infeksi pada saraf [1] dan pada 2015 diper- kirakan meningkat menjadi 7 orang dari 1miliar populasi dan akan terus meningkat [2]. Terbukti bahwa menurut penelitian WHO (World Health Organization) 13 persen dari penduduk dunia menderita penyakit saraf[3]. Data dan informasi akan penyakit saraf, jenis-jenis penyakitnya maupun bagaimana penanganannya telah ada di banyak buku dan artikel baik di toko buku maupun di internet. Hanya saja dengan banyaknya informasi kesehatan khusus penyakit saraf yang ada membuat pembelajaran akan hal ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk memahami dan mengerti maksud akan semua informasi yang ada. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat membantu memudahkan pemahaman tentang penyakit tersebut. Salah satu media yang digunakan untuk pertukaran informasi adalah web. W3C(World Wide Web Consortium) membuat suatu teknologi yang memudahkan pembangunan pengetahuan yang diambil dari informasi yaitu web semantik. Dengan web semantik ini, informasi dapat disusun menjadi sebuah kumpulan pengetahuan dengan menggunakan model ontologi [4]. Gruber memberikan pengertian akan ontologi, definisinya adalah “Ontologi ialah sebuah spesifikasi akurat dari konseptualisme”. Dengan ontologi, suatu pengetahuan ditata dengan sistematis sehingga pengguna bisa mudah memahami isi dari pengetahuan tersebut. Dengan ontologi ini, domain pengetahuan tentang penyakit saraf dapat dibangun untuk berbagai kegunaan misalnya saja untuk sistem pakar untuk penyakit saraf dimana bisa memberikan rekomendasi penanganan dari masukan gejala yang ada . 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Saraf dan Gangguannya Saraf terlihat seperti kabel atau serat yang saling berkaitan satu sama lain serta