525 ISBN: 979-26-0280-1 Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 Model Viral Marketing dalam Diseminasi Pariwisata (Studi: Web Pariwisata Kabupaten Bantul) R.Aj. Margaretha Kusuma Prihantiwi *) , Hanung Adi Nugroho **) , Wing Wahyu Winarno ***) Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada E-mail: * retha.cio14@mail.ugm.ac.id, ** adinugroho@ugm.ac.id, *** wing@mail.ugm.ac.id Abstrak Website pemerintah adalah alat promosi yang penting untuk tujuan wisata karena merupakan saluran informasi dalam memperkenalkan semua calon wisatawan sebagai dasar keputusan perjalanan dan pemilihan destinasi. Akan tetapi kurangnya informasi di website pariwisata akan mengakibatkan efek pada promosi pariwisata. Hal tersebut terjadi pada Kabupaten Bantul yang mempunyai banyak potensi wisata yang bisa digali dan dikembangkan namun sayangnya informasi tersebut belum bisa terekspos ke luar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui persepsi pengguna mengenai kualitas website dan tingkat kepercayaan pengguna dalam menggunakan website sebagai media promosi pariwisata. Kualitas website yang baik akan meningkatkan kepercayaan dan dapat digunakan untuk memprediksi adopsi informasi dan terwujudnya viral marketing. Peneliti mengusulkan model tingkat kepercayaaan yang memberikan pengaruh terhadap terciptanya viral marketing berdasarkan model Filieri yang dimodifikasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi melibatkan masyarakat umum yang membutuhkan informasi tentang pariwisata di Bantul yang mempunyai media sosial. Sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan Skala Likert. Data akan dianalisis menggunakan metode analisis berbasis SEM-PLS. Kata kunci : diseminasi, promosi, viral marketing, electronic word of mouth 1. PENDAHULUAN Website pemerintah adalah alat promosi yang penting untuk tujuan wisata karena merupakan saluran informasi dalam memperkenalkan semua calon wisatawan sebagai dasar keputusan perjalanan dan pemilihan destinasi [1]. Akan tetapi kurangnya informasi di website pariwisata akan mengakibatkan efek pada promosi pariwisata [2]. Disinilah peran pemerintah selaku leading sector, seharusnya dapat berperan sebagai wadah, juru bicara dan marketing untuk mempromosikan wisata yang ada. Pemerintah harus dapat menangkap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang ada untuk menyebarkan informasi tersebut ke publik salah satunya melalui website. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah satu destinasi pariwisata favorit baik wisatawan domestik maupun mancanegara selain Bali. Namun Bantul sebagai salah satu kabupaten di DIY juga mempunyai potensi wisata yang tidak kalah menarik. Data menunjukkan bahwa setiap tahun Kabupaten Bantul dikunjungi sekitar 5 juta wisatawan, 3 juta diantaranya mengunjungi Pantai Parangtritis, 1 juta mengunjungi kawasan budaya, dan 1 juta lagi mengunjungi kawasan wisata lainnya [3]. Seharusnya, potensi wisata selain pantai parangtritis dapat lebih digali dan dipromosikan salah satunya melalui media website agar masyarakat familiar dan mau mengunjungi potensi yang ada di Kabupaten Bantul. Seperti yang dikemukakan oleh Filieri [4], apabila pengguna percaya bahwa website tersebut handal, maka akan mempengaruhi niat pengguna untuk mengadopsi informasi dan terlibat secara sukarela dalam membagikan informasi tersebut ke relasinya. Hal tersebut merupakan prinsip kerja dari viral marketing. Viral marketing merupakan salah satu upaya pemasaran yang efektif menggunakan jaringan internet dimana pelanggan berusaha membuat seseorang secara sukarela menyampaikan pesan pemasaran ke sesamanya [5]. Menurut Kotler dan Keller [6], ada 7 cara komunikasi utama dalam mempromosikan suatu produk yang disebut bauran promosi. Masing-masing mempunyai kekurangan dan