57 ISBN: 979-26-0280-1 Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 Pengenalan Pola Citra Diabetes Retinopati Menggunakan Metode SVM Dengan Memanfaatkan Feature Maksimal Dan Standart Deviasi Sari Ayu Wulandari *) , Heru Pramono Hadi **) Teknik Elektro, Universitas Dian Nuswantoro E-Mail : * sari.wulandari@dsn.dinus.ac.id, ** heruph2008@gmail.com Abstrak Diabetes Retinopati merupakan sebuah penyakit komplikasi umum dari diabetes militus. Penyakit ini dapat dideteksi sejak dini dengan melakukan analisis citra fundus retina. Citra fundus retina terpengaruh pada pgimentasi warna retina. Citra retina akan gelap, jika penderita sering terpapar matahari. Citra retina yang gelap, akan mengganggu proses diagnosis dokter. Indonesia termasuk negara yang retina penduduknya berpigmentasi gelap. Keunikan retina mata orang Indonesia, menjadikan topik diabetic retinopati original dan layak untuk dikembangkan. Dataset diambil dari lasik center RS Sultan Agung Semarang. Proses pengenalan pola, diawali dengan transformasi warna, dari RGB ke YCbCr, kemudian dilakukan pengambilan warna kuning dari hasil transformasi warna YCbCr. Warna kuning kemudian diolah dengan menggunakan metode statistic, untuk mendapatkan nilai maksimal dan nilai standart deviasi dari setiap citra. Kumpulan nilai maksimal dan standart deviasi dimasukan dalam vektor ciri, untuk kemudian dilakukan proses pengenalan pola dengan menggunakan metode SVM (Support Vector Machine). Dataset yang digunakan berjumlah 60 data, dimana terbagi menjadi 2 kelas, dimana 30 set diambil dari scan retina normal dan 30 set sisanya dari scan retina dengan diabetes retinopati. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat 38 support vector untuk memproses 60 titik ciri, dengan waktu proses 4,790051 detik. Tingkat akurasi yang didapatkan adalah 78,33%. Kata Kunci: YCbCr, Maksimal, Standart Deviasi, SVM 1. PENDAHULUAN Diabetes Retinopati merupakan komplikasi umum dari Diabetes Melitus. Pada tahap awal penderita Diabetes Retinopati tidak akan mengalami penurunan tajam penglihatan, tetapi akan mendadak kehilangan penglihatan jika telah terjadi kerusakan yang sangat parah pada retina [1]. Diagnosis awal Diabetes Retinopati biasanya dilakukan dengan mengamati secara langsung citra retina dari kamera fundus. Hasil pencitraan retina dari kamera fundus biasanya tidak dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap pembuluh darah retina, sehingga menyulitkan dokter mata untuk menganalisis citra retina tersebut. Dalam perkembangannya, Teknik Fundus Fluorescence Angiography (FFA) dikembangkan dan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Teknik FFA dilakukan dengan menyuntikkan zat fluorescing ke dalam pembuluh darah dan menghasilkan efek fluorescence yang memancarkan sinar kuning kehijauan[2]. Akan tetapi, teknik ini memiliki banyak efek samping bagi pasien yang tidak tahan terhadap zat tersebut. Yaphary [4] mengemukakan bahwa algoritma matched filter dan Jaringan Syaraf Tiruan dapat menghasilkan citra retina yang memiliki struktur pembuluh darah yang cukup jelas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi yang mampu mendeteksi Diabetes Retinopati berbasis pengenalan pola citra [3]. 2. METODOLOGI Diabetes Retinopati merupakan sebuah penyakit dimana disebabkan gangguan pembuluh darah diretina pada pasien yang mengidap diabetes melitus. SVM merupakan fungsi pemisah (classifier) yang optimal untuk memisahkan dua set data dari dua kelas yang berbeda dengan teknik berbasis