1 Pembuatan Dream Book Sebagai Sarana Membangun Impian Masa Depan Siswa Pada Materi Expressing Intention 1. Tantangan atau Kesulitan yang dihadapi dalam menjelaskan suatu materi pelajaran agar mudah dipahami oleh siswa Salah satu dari kompetensi dasar yang ada pada kurikulum bahasa Inggris SMA/SMK/MAK adalah menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan tentang niat melakukan sesuatu (expressing Intention), sesuai dengan konteks penggunaannya. Kompetensi Dasar selanjutnya adalah menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan tentang niat melakukan sesuatu (expressing Intention), dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai konteks. Tema expressing Intention merupakan tema biasa-biasa saja bagi siswa jika tidak disajikan dengan sajian pembelajaran yang menarik. Menurut Pardiyoga (2012:1) mengajar dapat diibaratkan sebagai suatu aktivitas menyuguhkan menu makanan kepada tamu di rumah atau di restoran. Ini berarti bahwa jika penulis tidak menyuguhkan materi expressing Intention dengan menarik, akibatnya siswa tidak suka atau bahkan tidak mau menyantapnya dengan lahap. Lebih lanjut Pardiyoga (2012:1) mengatakan bahwa dalam pembelajaran bahasa Inggris masa kini, para guru tidak hanya berperan sebagai spoon feeder, akan tetapi lebih berperan sebagai facilitator, conductor, dan motivator yang dapat membimbing para siswa menjadi lebih aktif, reaktif, dan energik. Untuk itu, penulis berusahan untuk berperan menjadi guru bahasa Inggris masa kini dengan melakukan hal-hal tersebut. Melalui tema expressing Intention inilah penulis berusaha menanamkan kepada para siswa perlunya bermimpi besar, perlunya merumuskan mimpi dan rencana masa depan dalam sebuah dreambook dan perlunya mengungkapkan mimpi dan cita-cita kepada orang lain. Untuk itu penulis melakukan pembelajaran berbasis proyek membuat dreambook pada meteri expressing Intention yang kontektual dan bermakna. Peran bahasa Inggris dalam hal ini adalah benar-benar sebagai sarana untuk pelajaran yang lebih bermakna yaitu membuat dreambook. Sehingga, siswa tidak hanya menguasai suatu ungkapan (expression) dan tenses simple future tense, terlebih dari itu, siswa mampu menerapkan dan menggunakannya dalam kehidupan nyata. Kembali pada kompetensi dasar yang akan dilaksanakan pada pembelajaran yakni pertama: menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan serta menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan tentang niat melakukan sesuatu (expressing Intention). Kedua, Untuk mengungkapkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, tenses yang digunakan adalah simple future tense. Di antara semua bentuk Future tense, Simple Future Tense adalah yang paling umum digunakan dalam banyak situasi, contoh ketika membuat janji, prediksi atau rencana. Namun pada kenyataannya, siswa yang penulis ajar belum banyak mengetahui tentang Simple Future Tense atau biasa disebut juga dengan Present Future Tense.