29 SERIAL TELEVISI DEXTER SEBAGAI ANAKRONISME DALAM SASTRA POPULER Ida Rochani Adi FIB Universitas Gadjah Mada email: idaadi@ugm.ac.id Abstrak Penelitian dalam konteks sastra populer ini memaparkan dua hal, yaitu (1) bagaimana formula penokohan Dexter dalam serial televisi Dexter menyalahi tradisi penokohan sastra, dan (2) bagaimana formula nilai moral didramatisasikan melalui tokoh Dexter yang dikategorikan sebagai sosiopat, psikopat, pembunuh berseri, dan tidak bermoral. Objek penelitian adalah serial televisi Dexter yang menduduki tingkat kepopuleran kelima di dunia. Data dikumpulkan dengan teknik studi dokumentasi terhadap 84 episode serial televisi Dexter yang ditayangkan sejak tahun 2006. Data dianalisis dengan teknik analisis konten dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, terdapat penyimpangan atau anakronisme penokohan melalui tokoh utama serial ini. Kedua, pola nilai moral yang didramatisasikan ini ternyata masih membawa nilai konvensional meskipun dalam bentuk yang berbeda. Kata kunci: sastra populer, penokohan, anakronisme, nilai moral THE DEXTER TELEVISION SERIAL AS AN ANACHRONISM IN POPULAR LITERATURE Abstract In the popular literature context, this study aims to investigate: (1) how the formulation of the characterization of Dexter in the television serial Dexter violates the tradition of literary characterization, and (2) how the formula of moral values is dramatized through Dexter, who is a sociopath, psychopath, serial killer, and person without moral. The research object was the television serial Dexter, which ranks ive in popularity in the world. The data were collected by documenting 84 episodes of the serial having been broadcast since 2006. They were analyzed by means of content analysis and qualitative descriptive techniques. Based on the indings, the conclusions are as follows. First, there is a violation or anachronism of characterization through the main character in the serial. Second, the dramatized moral values still contain conventional values although they are in diferent forms. Keywords: popular literature, anachronism, moral values rubahan tidak hanya dalam cara manusia berpikir dan merasakan tetapi juga dalam mengkonstruksi nilai-nilai moral. Hal ini terlihat dalam kemunculan protagonis yang menyalahi konvensi tokoh, protago- nis atau hero yang ada melalui serial tele- PENDAHULUAN Sejalan dengan perkembangan tekno- logi, kehidupan manusia dengan budaya yang secara dramatis ditransformasikan oleh interaksi global mengakibatkan pe-