KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (Studi Analisis Tentang Non Muslim, Ahlul Kitab & Pluralisme) Muhamad Arif Mustofa STAIN Curup Email: aripatmi@gmail.com Abstract: Inter-religious harmony (Analysis study of non muslim, ahlul kitab & pluralism). We ought to live in harmony in this life. As a human being none of us don’t want to live in peace and harmony. But the extrimism of human faith causing them to be egoistic and assumming that their religion is the only truth. Allah has mentioned in the qur’an a human create d in multi-ethnics, cultures and races. Indonesia consist of multi-ethnics, multi-faiths and religions. This study will discuss about non-muslim, ahlul kitab, and pluralism, and how we live together in harmony? As Human being we ought to live together inspite of religious deferences. To live together in harmony is a sunnatullah (the law of God). And it mentioned in qur’an several times, which contains the pluralism value, and hermenetic analysis, among them are mentioned in surah Al-Hujaraat Verse 13. Keywords: Non Muslim, Ahlul Kitab, and Pluralism Abstrak: Kerukunan Umat Beragama. Dalam kehidupan ini sudah sepantasnya kita hidup saling berdampingan dan rukun. sebagai makhluk social tentu tidak ada keinginan dari kita untuk tidak hidup damai dan saling tolong-menolong. Akan tetapi keniscayaan keberagaman itulah yang menjadi alasan sebagian kelompok untuk bertengkar dan menganggap apa yang diyakini dan dilakukan benar sehingga menganggap keyakinan yang dianut sebagian yang lain salah. Padahal, Allah telah menjelaskan bahwa manusia itu memang diciptakan beragam dari mulai kebangsaan, kesukuan, dan kebudayaan. Bahkan di Negara kita Indonesia terdapat berbagai agama serta keyakinan, oleh karena itu dalam hal ini akan dibahas tentang non muslim, ahlul kitab, & pluralisme serta bagaimana kita menyikapi dan hidup secara berdampingan dengan mereka. Secara keyakinan memang hal itu berbeda, akan tetapi secara makhluk social hal itu lumrah dan memang ada dalam setiap masyarakat atau Negara. Islam juga tidak menafikan pluralisme dalam masyarakat, bisa dikatan bahwa pluralitas atau keanekaragaman telah dianggap sebagai suatu yang sudah menjadi sunnatullah (hukum tuhan). Banyak diantara ayat al-Quran yang mengandung nilai-nilai pluralitas telah digali sisi hermeneutisnya, diantaranya surat al-Hujuraat ayat 13. Kata Kunci: Non muslim, Ahlul Kitab, dan Pluralisme Pendahuluan Manusia pada hakikatnya hidup di dunia ini tidak bisa untuk hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia tidak hanya dapat berinteraksi kepada satu golongan tertentu saja. Manusia membutuhkan suatu komunitas kelompok , suku, agama yang berbeda dalam kehidupannya, hal ini untuk menunjukkan bahwa Tuhan dalam menciptakan manusia dari suku, bangsa yang berbeda begitu juga dalam agama yang ada sebagian kelompok menganggap agama mereka yang paling benar. Di sini Islam hadir, agama ini merupakan agama yang diturunkan oleh Allah di muka bumi ini kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril. Islam tidak hanya membahas tentang hubungan antara umat Islam dengan umat Islam saja, melainkan Islam juga memperhatikan dan mengatur tentang hubungan antara umat Islam dengan non- Islam. Seperti halnya kita ketahui bersama bagaimana rasulullah menjadi pemimpin di madinah yang masyarakatnya bukan hanya dari kalamangan umat Islam, melainkan juga non muslim. Hal ini menunjukkan betapa istimewa dan lengkapnya ajaran-ajaran dan petunjuk yang terkandung dalam Islam, hubungan di dunia ini kita jangan hanya focus dan mengerucut kepada umat Islam saja, karena Islam mengajarkan untuk berlaku hidup sosial.