1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inkontinensia urin merupakan eliminasi urin dari kandung kemih yang tidak terkendali atau terjadi diluar keinginan. Jika Inkontinensia urin terjadi akibat kelainan inflamasi (sistitis), mungkin sifatnya hanya sementara. Namun, jika kejadian ini timbul karena kelainan neurologi yang serius (paraplegia), kemungkinan besar sifatnya akan permanent (Brunner & Suddarth, 2002. hal: 1471). Penyebab inkontinensia urine antara lain terkait dengan gangguan di saluran kemih bagian bawah, efek obat-obatan, serta produksi urin yang meningkat (keinginan sering ke kamar mandi). Gangguan saluran kemih bagian bawah bisa karena infeksi. Jika terjadi infeksi saluran kemih, maka tatalaksananya adalah terapi antibiotika. Apabila vaginitis atau uretritis atrofi penyebabnya, maka dilakukan tertapi estrogen topical. Terapi perilaku harus dilakukan jika pasien baru menjalani prostatektomi. Dan, bila terjadi impaksi feses, maka harus dihilangkan misalnya dengan makanan kaya serat, mobilitas, asupan cairan yang adekuat, atau jika perlu penggunaan laksatif. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum : Mahasiswa mampu menyusun laporan tentang konsep dan asuhan keperawatan pada Inkontinensia 1.2.2 Tujuan Khusus : a. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dan klasifikasi Inkontinensia b. Mahasiswa mampu menjelaskan etiologi dan faktor resiko Inkontinensia c. Mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi Inkontinensia d. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor resiko Inkontinensia e. Mahasiswa mampu menjelaskan manifestasi klinis Inkontinensia f. Mahasiswa mampu menjelaskan pemeriksaan diagnostik Inkontinensia g. Mahasiswa mampu menjelaskan penatalaksanaan Inkontinensia h. Mahasiswa mampu menjelaskan komplikasi Inkontinensia