Refleksi Dalam realitas masyarakat umum maupun akademis problem krusial tersebut justeru berakibat pada ketegangan pemaknaan lslam model Timur Tengah dan Barat Kajian Keislaman di Kalimantan Selatan (Sebuah Catatan Awal| Wardani* Abstract; Basically, there aretwo approachesto study lslam, either in its krtual sources (Qur'an and hadiths) or in its social and cul- tural expressions, namely normotiue and historical approach. The tension between the two undoubtedlg has emerged t'requently owing to dfferent percpediues to be applied. Bd, the t'ad. that Iatter from sociological and histoical persped.iue, lor inSance, in Qur'anic Sudies, hadith irterpretd,ions, andlslamic legol issueg in Sor^dh Kalimantan particularly and in lndonesia commonly, has hardly euer been qplied to deal urifh such academic problems can not be rejeded. So, this artr'de suggeds thd the intensiue and constant "dialogue" betuteen the hoo is o mu$ to ouercome this intelledual crisis in local Muslims' consciousness. In other words, Islom should not be uiewed t'rom one perspectiue only. In doing so, Islom in Sor^dh Kalimantan con*itr.tes a wide and challenging field of academic research. sebagai pendekahn normatif yang berpusat pada tels-trals keagamaan dan pendekatan historis terjadi.i Halitulah yang menjadi akarbagi ketegangan (disadari atau tidak, diakui atau tidak) antara "Timur" (seperti modelpengkajian Islam di Universitas al-Azhar Cairo dan al- Zaytunah Tunis) dan "Barat" (seperti Islamic sfudies di McGill dan UCIA di California) y..tg hingga kini masih dirasakan. Dalam realitas masyarakat unurn maupun akademis problem kwial tersebut justeru berakibat pada ketegangan pemaknaan Islam modelTimur Tengah dan Barat yang masing-masing mengklaim kehandalan, bahkan kebenaran, pendekatannya dalam mengkaji Islam. I Tentang ketegangan antara pende- katan normatif dan historis, lihat M. Amin Abdullah, Studi Agama: Norma- tivitas atau Historisitas?, (Yograkarta: Pustaka Pelajaa 1996). i antara isu-isu senbal yang mencuat yang diperbin- cangkan oleh kalangan intelektual di Indonesia alhir-akhir ini adalah isu metodologis tentang format pengkajian keislaman dengan pendekatan bagaima- nakah yang harus dilakukan, terutama ketika ketegangan (fen- sion) antara apa yang disebut * Wardani adalah alumnus program strata-satu (S-1) jurusan Tafsir-Hadits fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin dan program strata-dua {S-2) IAIN Sunan Kalijaga Yognkarta pada konsentrasi filsafat lslam. Sekarang bekerja sebagai staf pada fakullas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin. Karya-karya yang dipublikasikan, antara lain dalam bentuk buku: Epistemologi Kalam Abad P*tngahon (Yograkarta: LKIS, 2003) dan dalam bentuk artikel di: Dialog: Jurnal Studi don Inlormdsi Keagamoon (Badan Litbang Agama, Jakarta), Kondr'l (LK-3-Banj armasin, Khazanah ([AIN Antasari], Shuhuf (LM Surakarta), dan iurnal llmu Ushuluddin (Fakuhas Ushuluddin LAIN Antasari).