Jurnal PPKM II (2014) 102-114 ISSN: 2354-869X 102 KONSEP RUANG SAKRAL-PROFAN PADA TATA PERMUKIMAN DI DATARAN TINGGI DIENG Heri Hermanto a , Achmad Djunaedi b , Sudaryono c a Dosen Prodi Arsitektur Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo b,c Dosen Prodi Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. a Email: haiza_arsi@yahoo.co.id INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima : 3 Maret 2014 Disetujui : 22 April 2014 Dataran Tinggi Dieng adalah merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah, budaya, tradisi, serta kondisi alam yang unik dan khas, demikian pula dengan tata permukimannya. Lapangan desa, makam dan jalan terabasan adalah merupakan merupakan elemen permukiman yang selalu ada pada tata permukiman di Dataran Tinggi Dieng. Elemen tersebut menjadi wadah bagi berlangsungnya kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Dataran Tinggi Dieng sejak dahulu. Penelitian ini didasari oleh dua pertanyaan; 1) Apakah ada keterhubungan antara makam, lapangan, dan jalan terabasan dalam tata permukiman yang ada di Dataran Tinggi Dieng. 2) Konsep apakah yang membentuk keterhubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik induktif, data diperoleh dari 10 informan dengan metoda wawancara secara mendalam. Dari 3 buah tema yang ditemukan dicari hubungan substantive yang hasilnya kemudian didialogkan untuk mendapatkan konsep. Hasil penelitian ini merumuskan adanya konsep keterhubungan antara makam, lapangan dengan jalan terabasan dan konsep sakral-profan pada tata permukiman di Dataran Tinggi Dieng. Kata Kunci: lapangan, makam, jalan terabasan, konsep sacral-profan ARTICLE INFO ABSTRACT Article History Received : March 3, 2014 Accepted : April 22, 2014 Dieng Plateau is among the regions that have a history, culture, traditions, and natural conditions that are unique and distinctive, as well as settlement procedures. Village square, the tomb and the short cut is an element of settlement which is always there in the settlement system in the Dieng Plateau. These elements into an arena for social and cultural life of the community in the Dieng Plateau since the first. This study is based on two questions; 1) Is there a relationship between the tomb, the pitch, and the short cut path in the layout of existing settlements in the Dieng Plateau. 2) The concept of what constitutes the connectedness. This study used a phenomenological method with inductive technique, the data obtained from 10 informants with in-depth interview method. From 3 fruit theme found sought substantive relationship that was then a dialogue to get the concept. The results of this study to formulate the concept of connectedness between the tomb, the field with the short cut and the concept of sacred-profane the settlement system in the Dieng Plateau. Key Words : field, the tomb, the short cut, the concept of sacred-profane