Makalah di Prosiding Seminar Nasional Gender And Development Puslit Gender dan Kependudukan LPPM UTM, 2015 Kuasa Tubuh Atas Perempuan: Tela’ah Kritis terhadap Gerakan Sosial Gender Oleh: Iskandar Dzulkarnain (Dosen Prodi Sosiologi FISIB UTM) Abstrack Geliat gerakan social kaum perempuan untuk memperjuangkan hak- haknya atas ketertindasan kaum laki-laki semakin tahun semakin menguat. Namun, penguatan gerakan ini semakin menunjukkan diri kaum perem-puan bahwa mereka melakukan perlawanan melalui ketidaksadaran terhadap ketertindasan tersebut. Ketertindasan ini dimulai dari ketidakberdayaan tubuh atas kuasa laki-laki yang kemudian semakin memperkuat dengan kuasa terhadap pengetahuan laki-laki atas perempuan. Lingkaran syetan ketertindasan perempuan dan pelestarian mereka terhadap ketertindasan itu sendiri menjadi sebuah potret realitas saat ini. Mereka kaum perempuan menjadi korban, tapi mereka tanpa kesadaran menjadi kolaborator dalam berbagai bentuk diskriminasi, subordinasi, dan bahkan eksploitasi atas tubuh dan pengetahuan secara berkepanjangan terhadap mereka sendiri (perempuan). Gerakan social perempuan sejak awal berdirinya, baik gerakan feminisme liberal, feminisme radikal, fenimisme marxis dan sosialis, feminisme psikoanalisis, feminisme eksistensialis, feminisme postmodern, feminisme multicultural dan global maupun ekofeminisme, telah memotret berbagai kegagalan mereka membendung kuasa tubuh dan pengetahuan atas perempuan. Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) sebagai organisasi perempuan pertama di Indonesia telah menjadi korporasi bagi lahirnya PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), dan Dharma Wanita masa Orde Baru dan tetap eksis sampai saat ini orde reformasi -. Sebuah organisasi perempuan di Indonesia yang menunjukkan sebuah potret kegagalan gerakan social dalam menghapus ketidakadilan gender di Indonesia. Apalagi ketika kita berbicara media massa, di mana kuasa tubuh dan pengetahuan dimiliki oleh kaum laki-laki. Media Patriarkhi sudah menjadikan diri mereka sebuah monster koloni untuk menjajah kuasa tubuh dan pengetahuan kaum perempuan melalui ragam dimensi social, budaya, agama, politik, dan lain sebagainya. Sehingga saat inilah harusnya gerakan social perempuan mencari satu titik kesadaran untuk melepaskan diri dari monster koloni patriarkhi. Sebuah tugas atau PR yang tidak mudah untuk dilakukan, kecuali melalui penyadaran bersama antar semua pihaklaki-laki dan perempuan- Sebuah mimpi yang tak berujung……….. Kata Kunci: Gerakan social perempuan, kuasa tubuh, pengetahuan, dan patriarkhi.