Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin (SNTTM) ke-9 Palembang, 13-15 Oktober 2010 133 ISBN : 978-602-97742-0-7 Identifikasi Material Polimer Pada Produk O-Ring Hermawan Judawisastra Program Studi Teknik Material, Kelompok Keahlian Ilmu dan Teknik Material, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia Tlp/Fax: 022-2508144, e-mail: hermawan.judawisastra@material.itb.ac.id ABSTRAK Beragam aplikasi material polimer diperoleh dari tingginya variasi sifat yang dimilikinya. Namun, hal ini berakibat pada kurangnya standarisasi produk polimer yang membuat pemilihan polimer menjadi tidak semudah pemilihan material logam. Salah satu masalah yang sering timbul adalah menentukan jenis polimer untuk melakukan penggantian dari produk kadaluwarsa yang sedang digunakan. Pada makalah ini akan diuraikan metode yang dilakukan untuk identifikasi produk polimer dua jenis O-Ring (Seat O-Ring dan Body O-Ring) yang digunakan pada sebuah katup pipa penyalur minyak bumi. Identifikasi polimer dilakukan beberapa tahap. Ketahanan O-Ring terhadap zat kimia dilakukan melalui perendaman dalam minyak mentah, methanol dan larutan HF. Gugus fungsi polimer dikarakterisasi dengan menggunakan Fourier Transformation Infra Red (FTIR) Spectroscopy. Batas temperatur operasi material O-Ring dianalisis melalui pemeriksaan dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Thermal Gravimetry Analysis (TGA) Dari berbagai hasil pemeriksaan dan karakterisasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis O-Ring terbuat dari polimer jenis Vinylidene Fluoride -copolimer- Hexafluoro Propylene, yang dikenal dengan nama FKM-Viton (VDF Fluoro-elastomer). Kedua jenis O-Ring masing-masing memiliki perbandingan komposisi Vinylidene Fluoride: Hexafluoropropylene yang berbeda dan telah mengalami degradasi Nilai temperatur dekomposisi dan temperatur transisi gelas pada kedua jenis O-Ring memperkuat hasil identifikasi yang dilakukan. Kata kunci : Polimer, O-Ring, Viton, Fluoro-Elastomer 1. Pendahuluan Keberadaan material plastik dalam kehidupan manusia modern masih tergolong baru dibandingkan dengan logam yang sudah digunakan secara luas selama berabad-abad. Konsep bidang kimia polimer baru berkembang mulai tahun 1920-an. Polistirena baru diperdagangkan pada tahun 1938 yang disusul oleh polietilena pada tahun 1942. Baru sejak tahun 1950 berbagai penemuan maupun perbaikan mutu polimer yang sudah ada menghasilkan kenaikan produksi yang sangat pesat [1]. Pada tahun 1995 telah terdapat 18000 jenis plastik di pasaran, dengan perkembangan 750 jenis polimer baru rata-rata setiap tahunnya [2]. Tingginya variasi sifat polimer berakibat pada luasnya aplikasi polimer dalam kehidupan sehari-hari yang menunjang kebutuhan sandang, pangan, papan, transportasi dan komunikasi. Pesatnya perkembangan serta sangat tingginya variasi material polimer yang relatif baru ini menyebabkan kurangnya standarisasi dan database produk polimer dibandingkan dengan material lain, seperti logam. Beberapa masalah yang timbul adalah pemilihan untuk aplikasi material polimer dan penentuan jenis polimer untuk melakukan penggantian dari produk yang telah kadaluwarsa. Salah satu aplikasi material polimer adalah sebagai penyekat dalam katup yang digunakan pada pipa. Dari sekian banyak jenis polimer, elastomer adalah polimer yang umum digunakan sebagai material penyusun o-ring [3]. O-ring adalah polimer berbentuk cincin yang umum digunakan sebagai penyekat, untuk mencegah bocornya fluida atau gas. Walaupun terlihat sederhana, baik ukuran maupun material o-ring yang tepat sangat penting untuk memastikan integrasi dari sistem mesin terkait dan penyekatan berlangsung sempurna [4]. Penggunaan o-ring telah digunakan secara luas, tak terkecuali dalam industri perminyakan. Saat ini diperkirakan terdapat 880.000 sumur minyak yang