Prosiding Seminar Nasional dan Workshop Pemodelan dan Perancangan Sistem 2011 Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA FLEKSIBEL PADA SISTEM JOB SHOP MEMPERGUNAKAN TEKNIK SHOJINKA Arif Rahman Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang (UB) Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145 Indonesia Phone/Fax : +62-341-551430 E-mail : posku@ub.ac.id Abstrak Perencanaan kebutuhan tenaga kerja menjadi aktivitas penting dalam menjalankan produksi yang peka terhadap perubahan permintaan. Strategi mengikuti permintaan (chase demand strategy) dengan teknik pengaturan jumlah tenaga kerja (varying workforce size) dilaksanakan dengan mengatur tenaga kerja secara fleksibel dalam merekrut dan memberhentikan pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi (manpower hire and layoff). Penentuan jumlah tenaga kerja biasanya diestimasikan tanpa memperhatikan pembagian kerja, atau diasumsikan setiap tenaga kerja akan mengerjakan keseluruhan aktivitas produksi dari pertama hingga terakhir. Penelitian ini akan menunjukkan perencanaan kebutuhan tenaga kerja fleksibel pada sistem job shop dengan dua skenario, yaitu tanpa pembagian kerja,dan dengan pembagian kerja. Pada skenario pertama, penentuan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan pada total kebutuhan produksi di seluruh operasi dibandingkan kapasitas tiap orang tanpa pembagian kerja. Pada skenario kedua, penentuan kebutuhan tenaga kerja dimulai dari kebutuhan produksi di setiap operasi selanjutnya dilakukan pembagian kerja. Skenario kedua dengan pembagian kerja menggunakan teknik shojinka untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja secara fleksibel menyesuaikan terhadap perubahan permintaan. Kata kunci : Shojinka, perencanaan kebutuhan tenaga kerja, sistem job shop. 1. PENDAHULUAN Pengaturan kebutuhan tenaga kerja merupakan salah satu perencanaan jangka menengah yang menjadi bagian dari perencanaan produksi agregat atau aggregate planning. Jumlah tenaga kerja ditentukan (varying workforce size) sesuai dengan kebutuhan produksi dalam memenuhi permintaan yang berubah dalam menerapkan chase demand strategy. Sistem produksi dengan kapasitas produksi yang tergantung pada manusia sebagai penggerak utamanya memerlukan perencanaan yang tepat pada pengaturan jumlah tenaga kerja. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja fleksibel disesuaikan kebutuhan produksi berdasarkan peramalan permintaan yang akan dilayani. Prinsip chase demand strategy menambahkan jumlah tenaga kerja (manpower hire) saat kebutuhan produksi tinggi dan mengurangi jumlah tenaga kerja (manpower layoff) saat kebutuhan produksi rendah. Perencanaan kebutuhan jumlah tenaga kerja pada perencanaan produksi agregat umumnya dihitung berdasarkan total waktu kebutuhan produksi yang mengkonversikan peramalan permintaan produk dalam satuan “jam-orang” (manhour) yang kemudian dibagi dengan kapasitas waktu kerja perorang yang tersedia dalam satuan “jam”. Perhitungan tersebut dipergunakan apabila pada lantai produksi tidak terdapat penugasan atau pembagian kerja dan diasumsikan setiap tenaga kerja tidak mempunyai kemampuan khusus yang berbeda dan dapat melakukan pekerjaan mulai operasi pertama hingga terakhir. Pada lantai produksi yang mempergunakan pembagian kerja, maka seringkali penghitungan jumlah tenaga kerja tersebut ternyata masih belum mencukupi terutama di operasi bottleneck. Penerapan teknik shojinka dalam perencanaan kebutuhan tenaga kerja diharapkan dapat melakukan efisiensi pemberdayaan tenaga kerja namun tetap mempertimbangkan penugasan atau pembagian kerja. Pada ISBN 978-602-19492-0-7 PPS – MTI 241