Sekilas mengenal nomophobia: Definisi, gejala, intervensi Michael Seno Rahardanto Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Semakin tinggi teknologi, semakin tinggi pula kita membutuhkan sentuhan manusia (John W. Naisbitt) Pada saat saya mengetik artikel ini, saya terkenang sebuah berita menyedihkan yang pernah dimuat di sebuah surat kabar nasional beberapa waktu yang lalu. Berita itu mengenai dua bocah perempuan yang meninggal tenggelam di kolam renang sebuah hotel berbintang, sementara ibu dan kakak perempuan bocah tersebut sedang sibuk menggunakan gadget di pinggir kolam. Alangkah mirisnya. Dalam konteks yang tidak setragis paragraf di atas (meski mungkin juga berpotensi menjadi suatu tragedi!), akhir-akhir ini marak diberitakan tentang anak-anak muda yang ketagihan bermain Pokemon Go. Anak-anak muda tersebut sedemikian asyik bermain game sehingga mengabaikan lingkungan sekitarnya. Dalam kasus yang ekstrem, individu tersebut mengabaikan keselamatan dirinya dan merusak fasilitas umum (Saat saya mengetik artikel ini, televisi sedang menyajikan berita mengenai pelarangan turis bermain Pokemon Go di area bersejarah di sejumlah negara di Eropa). Contoh-contoh di atas merupakan konsekuensi zaman modern terkait semakin mudahnya dan murahnya akses mobile phone dengan berbagai fitur layanannya. Memang, pada zaman teknologi informasi seperti sekarang, kepemilikan mobile phone merupakan hal yang diperlukan. Namun sebagaimana segala hal yang lain, segala sesuatu yang berlebihan lebih membawa masalah alih-alih manfaat. Artikel singkat ini dikhususkan untuk membahas salah satu dampak negatif penggunaan mobile phone secara berlebihan, yakni “nomophobia”. Istilah ini merupakan singkatan dari “no- mobilephone-phobia”. Secara singkat, seseorang dikatakan mengalami nomophobia manakala orang tersebut mengalami kepanikan yang besar bila ia kesulitan mengakses mobile phone-nya (misalnya ketika sinyalnya lemah atau energi baterenya hampir habis), atau ketika ia tidak bisa menemukan mobile phone-nya. Bagi orang yang 1