1. PENTAKOSTALISME Gereja Pentakosta atau Pentakostalisme (aliran Pentakosta; bahasa Inggris: Pentecostalism) - yang di Indonesia sering disebut juga Pantekosta - adalah sebuah gerakan di kalangan Protestanisme yang sangat menekankan peranan karunia-karunia Roh Kudus. Aliran ini sangat mirip dengan gerakan Karismak, namun gerakannya muncul lebih awal dan terpisah dari gereja arus utama. Orang Kristen Karismak, sedak-daknya pada awal gerakannya, cenderung untuk tetap nggal di dalam denominasi mereka masing-masing. Secara ringkas, Gereja Pentakosta memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut: Sangat menekankan keyakinan akan peranan Roh Kudus dan karunia-karunia Roh Kudus di dalam kehidupan sehari-hari para pengikutnya. Pembaharuan infrastruktur ibadah, antara lain lagu-lagu rohani yang digunakan lebih modern dibandingkan dengan lagu-lagu lama yang bernuansa Gregorian. Gereja mengizinkan peran kaum perempuan dalam pelayanan. Desakralisasi hubungan antara imam dan jemaat yang lebih ditekankan pada nilai kekeluargaan, sehingga jauh dari kesan kesenjangan ngkat kerohanian. Teologi Secara teologis , kebanyakan denominasi Pentakosta tergabung dalam evangelikalisme , arnya mereka menekankan bahwa Alkitab itu sepenuhnya dapat dipercaya, hingga pada ngkat ineransi (dak mengandung kesalahan) dan orang harus bertobat dan percaya kepada Yesus. Orang Pentakosta berbeda dengan orang Fundamentalis karena mereka lebih menekankan pengalaman rohani pribadi. Orang Pentakosta memiliki pandangan dunia yang trans-rasional . Meskipun mereka sangat memperhakan ortodoksi (keyakinan yang benar), mereka juga menekankan ortopa (perasaan yang benar) dan ortopraksis (refleksi atau ndakan yang benar). Penalaran dihargai sebagai buk kebenaran yang sahih, tetapi orang- orang Pentakosta dak membatasi kebenaran hanya pada ranah nalar . Dr. Jackie David Johns dalam bukunya tentang kepemimpinan formaf Pentakosta, menyatakan bahwa Alkitab mempunyai tempat yang khusus dalam pandangan dunia pentakostal karena Roh Kudus selalu akf di dalam Alkitab. Bagi Dr. Johns, pertemuan dengan Alkitab adalah pertemuan dengan Allah. Bagi orang Pentakosta, Alkitab adalah referensi utama bagi persekutuan dengan Allah dan pedoman untuk memahami dunia. [2] Salah satu ciri paling utama yang membedakan Pentakostalisme dengan Evangelikalisme adalah penekanannya pada karya Roh Kudus. Bahasa Roh yang juga dikenal dengan