Pengembangan Bahan Ajar pada Materi Laju Reaksi Berorientasi Multipel Representasi Kimia Handini Nurpratami*, Ida Farida Ch, dan Imelda Helsy Abstrak Laju reaksi merupakan konsep abstrak dengan contoh konkrit yang memerlukan penyelesaian level submikroskopis menggunakan teori tumbukan. Namun bahan ajar seringkali mengabaikan keterhubungan level makroskopis dan simbolik dengan level representasi submikroskopis. Penelitian Research and Development ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang memenuhi keterhubungan tiga level representasi pada materi laju reaksi. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap: 1) studi pendahuluan 2) desain produk 3) validasi dan uji coba. Dari hasil penelitian didapatkan suatu produk bahan ajar yang memiliki karakteristik penyajian materi dengan menghubungkan tiga level representasi kimia. Representasi maksroskopik disajikan melalui suatu fenomena di lingkungan yang dapat terlihat dan disertai dengan langkah-langkah percobaan yang mudah dilakukan. Representasi submikroskopik disajikan dalam bentuk `teks, gambar dan video. Representasi simbolik disajikan dalam persamaan reaksi kimia dan perhitungan yang relevan. Validasi konten dilakukan melalui pertimbangan ahli. Subjek uji coba kelayakan adalah tiga guru sekolah menengah dan 20 orang siswa. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba diperoleh kesimpulan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran kimia. Kata-kata kunci: bahan ajar, laju reaksi, multipel representasi Pendahuluan Bahan ajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran kimia. Sesuai dengan karakteristik kimia yang harus dipahami dengan memperhatikan keterhubungan tiga level representasi, maka bahan ajar harus dikembangkan dengan memenuhi kriteria tersebut. Salah satu materi kimia yang melibatkan keterhubungan tiga level representasi adalah laju reaksi. Laju reaksi merupakan konsep abstrak dengan contoh konkrit. Materi tersebut dapat dipahami dengan baik apabila memperhatikan keterhubungan tiga level representasi sebagai upaya untuk mencapai pembelajaran efektif. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suryani (2014) menyatakan pada buku teks SMA alur penjelasan konten disampaikan secara deduktif, penjelasan lebih bersifat makro yang diawali dengan fenomena kehidupan tetapi tidak diikuti dengan penjelasan secara submikro. Sedangkan buku yang harus digunakan sebagai sumber belajar siswa adalah buku yang memperhatikan keterhubungan tiga level representasi kimia dengan mode-mode representasi yang sesuai sebagaimana yang disarankan oleh Gkitzia (2010), agar pemahaman siswa menyeluruh dan siswa lebih mudah menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain. Oleh karena itu diperlukan pengembangan bahan ajar berorientasi multipel representasi kimia. Berdasarkan uraian di atas maka makalah ini akan mendeskripsikan hasil penelitian pengembangan bahan ajar pada materi laju reaksi berorientasi multipel representasi kimia. Teori Laju reaksi merupakan salah satu konsep kimia yang bersifat abstrak (Kirik dan Yezdan, 2012:2) yang sulit dipahami oleh siswa, sehingga sering sekali siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep laju reaksi yang akhirnya menimbulkan miskonsepsi pada konsep tersebut. Multipel representasi merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan berbagai mode representasi untuk memfasilitasi keterhubungan tiga level representasi kimia (makroskopis, submikroskopis dan simbolik) (Farida, 2012). Sebagaimana yang dijelaskan oleh Farida (2012) bahwa pemahaman pelajar ditunjukkan oleh kemampuannya untuk mentransfer dan menghubungkan antara level makroskopik,submikroskopik dan simbolik atau sering disebut juga dengan interkoneksi multipel level representasi kimia (IMLR). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development), yaitu penelitian yang dipergunakan untuk menghasilkan produk tertentu (Sugiyono, 2011:297). Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa bahan ajar berorientasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi yang diuji cobakan kepada 20 siswa pilihan. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu : 1) studi pendahuluan 2) design Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains 2015 (SNIPS 2015) 8 dan 9 Juni 2015, Bandung, Indonesia _________________________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________________________ ISBN: 978-602-19655-8-0 [ 353 ]