MOZI DAN MOHISME, Mòzǐ 墨子 Mòjiā 墨家 , Filsuf yang Terlupakan Mo Di 墨翟 hidup pada akhir abad 5-4 SM. Pengkritik utama ajaran Konfusius dan Daoisme. Mozi dan pengikutnya merupakan orang pertama yang membuat argumentasi dan perdebatan filosofis di China. Seperti Sokrates, Mozi merupakan orang pertama yang mengadakan penelaahan filosofis obyektif tentang standar dan obyektifitas moral, dan memberikan argumentasi epistemologis. Filsafat Mozi bukan mendasari ajaran filosofis moral dari prinsip moral tertinggi, tetapi pencapaian standar moral yang tetap. Ajarannya diringkas dalam 10 tesis dalam manuskrip Mozi. Pokok tesisnya yang terkenal: manusia mempunyai kewajiban memperhatikan kesejahteraan masyarakat dalam semangat “cinta universal” ( 兼愛 , jiān ài). Dkl, tidak membedakan aku dan orang lain, teman atau orang asing. Mozi mendirikan komunitas kuasi-religius dan paramiliter, dan membantu negara2 kecil yang terancam negara2 besar, dengan keahlian mereka dan teknologi persenjataan. Mozi mendirikan komunitas kuasi-religius dan paramiliter, dan membantu negara2 kecil yang terancam negara2 besar, dengan keahlian mereka dan teknologi persenjataan. Bersama dengan kaum Konfusianis Rujia Mohis merupakan salah satu dari dua aliran besar pemikiran pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur (403- 221SM). Meskipun komunitas Mohist akhirnya dimusnahkan oleh Dinasti Qin (221- 206SM), konsep pemikirannya mempengaruhi para pemikir China. Para Mohist sesudahnya menuliskan banyak teks tentang logika, geometri, optik dan mekanik. Pandangan Mohist tentang meritokrasi dan kebaikan umum membentuk pandangan filsafat politik dan keputusan kenegaraan pada Dinasti Qin dan Han (202SM-220). A. Sepuluh Tesis Mohist Sepuluh Tesis Mohist adalah sepuluh pokok pikiran Mozi yang masing- masing terungkap dalam tiga esei. Ketiga esei ini dinamakan: “Bagian Atas” “Bagian Tengah” “Bagian Bawah”