Yusri Basri & Yeremias Snae PERANAN DOA, SABDA DAN EKARISTI DALAM KELUARGA KRISTIANI I. Pengantar: Kelurga merupakan sebuah komunitas kecil yang dibangun di atas fondasi cinta yang sejati. Penghayatan akan cinta sejati ini harus senantiasa ditopang oleh semangat doa, panghayatan sabda dan peranan ekarsiti di dalam kelurga. Ketiga aspek ini menjadi sumber inspirasi dan sumber segala rahmat bagi keluarga-kelurga kristiani dalam mengarungi bahtera kehidupan mereka dewasa ini. Ibarat kapal yang diterjang badai di lautan, dunia saat ini diguncang badai kemerosotan nilai-nilai moral. Bahaya ini juga mengancam keluarga-keluarga, termasuk keluarga-keluarga Katolik. 1 Menyadari akan pentingnya peranan ketiga aspek tersebut bagi kelurga-keluarga kristiani dewasa ini, maka dalam ulasan ini, kita akan melihat apa itu doa, sabda, ekaristi dan seberapa penting peranannya bagi keluarga-keluarga kristiani dalam kehidupannya di tengah dunia yang semakin modern ini. II. Pembahasan a. Doa “Doa adalah ungkapan pertama dari kebenaran batin manusia, syarat pertama demi kebebasa sejati dari roh”. 2 Artinya bahwa dengan berdoa, setiap pribadi mengungkapkan “isi hatinya secara gambling, tanpa menutu-nutupi kepada Allah, dengan bebas “menelanjangi hatinya” di hadapan Allah karena doa merupakan ungkapan atau ekspresi iman manusia kepada Tuhan. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa doa merupakan bagian hakiki bagi kehidupan setiap insan manusia yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dalam konteks kehidupan Kristiani, Yesus Kristus sang guru telah memberikan teladan tentang betapa pentingnya doa. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Mark 1:35). Dengan berkumpul dan berdoa bersama, keluarga menghadirkan Allah di tengah keluarganya dan mengaktualisasikan misteri karya keselamatan Allah di dunia ini . “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan 1 hp://katolisitas.org/6414/dengarlah-seruan-dari-familiaris-consoro-yang-telah-berumur-30-tahun . diakses tgl 22 Maret 2012. 2 Paus Yohanes Paulus II, Kelurga Krisani dalam Dunia Modern, dalam Amanat Apostolik Familiaris Consoro, Yogyakarta: Kanisius, 1993, hal. 109.