Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 5 Pebruari 2011 ESTIMASI DAYA PADA LINGKUNGAN SERVER BLADE Hudan Studiawan 1 , Supeno Djanali, Wahyu Suadi Magister Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Email: 1 hudan@if.its.ac.id ABSTRAK Teknologi infrastruktur komputer server telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satunya adalah teknologi server blade yang dirancang untuk menghemat daya listrik. Dalam sebuah sasis blade, terdiri dari beberapa server blade, modul manajemen, dan power domain. Power domain menyediakan daya untuk empat sampai enam server blade. Mengukur daya pada satu server blade cukup sulit dilakukan karena sumber daya yang digunakan harus dibagi dengan blade yang lain. Beberapa penelitian untuk mengestimasi daya yang dikonsumsi sebuah server telah diajukan. Akan tetapi, penelitian tersebut hanya mempertimbangkan parameter utilisasi utama yaitu prosesor, memori, hard disk, dan tingkat transfer data pada jaringan. Metode yang digunakan sebelumnya hanya menggunakan program linear biasa. Oleh karena itu dalam makalah ini, diajukan metode estimasi daya pada lingkungan server blade yang menambahkan parameter penggunaan memori virtual selain mempertimbangkan utilisasi utama. Perhitungan dilakukan dengan cara yang lebih akurat yaitu dengan regresi linier berganda. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi estimasi daya. Uji coba yang dilakukan pada lingkungan BladeCenter tipe HS20 menunjukkan bahwa metode estimasi daya yang diajukan mencapai akurasi sebesar 95,98%. Kata kunci: estimasi daya, server blade, memori virtual, regresi linear berganda. PENDAHULUAN Estimasi daya merupakan salah satu bagian penting dari optimasi konsumsi daya. Sebelum dioptimasi, terlebih dulu harus dihitung daya yang dikonsumsi oleh suatu komputer server. Teknologi blade dirancang untuk menghemat daya listrik ini. Dalam satu sasis bisa berisi beberapa blade. Terdapat perangkat lunak seperti IBM Systems Director yang mampu melakukan manajemen daya pada sasis beserta server di dalamnya. Perangkat lunak ini harus terhubung dengan modul manajemen dan power domain pada bagian belakang sasis. Akan tetapi, tidak semua blade bisa dimonitor dan dimanipulasi pengunaan dayanya (non-power managed). Sehingga, diperlukan estimasi untuk mengetahui daya yang dikonsumsi suatu blade. Berbagai riset untuk mengestimasi daya telah diajukan. Estimasi daya pada seluruh sistem menggunakan penghitung kinerja pada mikroprosesor dibahas pada [1]. Akses ke chipset, mikroprosesor, memori, disk, dan input/output (I/O) dicatat oleh mikroprosesor dan data ini digunakan untuk memperkirakan daya. Pada [3], diajukan pemodelan daya pada lingkungan server blade dan Itanium yang disebut Mantis. Mantis menghitung penggunaan central processing unit (CPU), akses ke memori, serta tingkat I/O pada hard disk dan jaringan. Data-data yang dikumpulkan ini kemudian dihitung dengan program linier untuk menghasilkan rumus estimasi daya.