Nabi Muhammad Sebagai Pemimpin Agama Dan Negara
N asrah
Program Studi Bahasa A rab
Fakultas Sastra
Universitas Sumatera Utara
A. Nabi Muhammad Sebagai Pemimpin Agama di Makkah
1. Biografi Ringkas Nabi Muhammad Saw. Sampai Wahyu Pertama
Menurut Ahmad Syalaby sebagaimana yang ia kutip dari Ibnu Qayyim bahwa Nabi
Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal bertepatan pada tanggal 20 April 571 di
suatu tempat yang tidak begitu jauh dari Ka’bah.
1
Semenjak lahir, Beliau tidak pernah melihat
ayahnya dan oleh karena itu kakeknya Abdul Muthalib yang mengasuh dan membesarkannya.
Muhammad kecil disusukan oleh Halimat al-Sa’diyah dan masa remajanya dipergunakan sehari-
hari untuk mengembala kambing. Ketika kakeknya meninggal maka Nabi Muhammad diasuh
oleh Abu Thalib dan ketika itu Nabi Muhammad baru berusia 8 tahun. Abu Thalib memberikan
pendidikan kepadanya dan mengarahkannya terjun ke dunia bisnis sehingga Nabi Muhammad
bepergian bersama Abu Thalib berniaga ke negeri Syam.
Kepergian Nabi Muhammad ke negeri Syam adalah membawa barang-barang dagangan
Siti Khadijah dan berkat kelihaian cara berdagang beliau mendapat untung yang sangat besar
yang belum pernah diterima Khadijah sebelumnya, dan ini menambah eratnya hubungan antara
Siti Khadijah dengan Nabi Muhammad. Hubungan erat ini berakhir ketika Nabi Muhammad
mengawini Khadijah yang kala itu usia beliau 25 tahun dan Siti Khadijah berusia 40 tahun dan ia
sudah menikah dua kali sebelumnya.
2
Setelah mengawini Khadijah Nabi Muhammad sering sekali menjauhkan diri dari
pergaulan masyarakatnya yang dikenal dengan kerendahan moral mereka. Tempat yang beliau
pilih untuk menyendiri itu adalah Gua Hira. Kepergiannya ke tempat ini untuk mengikis keragu-
raguan yang ada dalam dirinya dan juga lantaran kerinduan untuk mencari kebenaran.
3
Pada saat
inilah Nabi Muhammad Saw. menerima wahyu pertama sebagai legitimasi diangkatnya beliau
menjadi Rasul.
˴ ϖ˴ Ϡ˴ ﺧ ˶يﺬ ϟ ا˴ ﻚ Α˴ ر˶ Ϣ γ ˶ﺎΑ ˴أﺮ ϗ ا} 1 { ˳ ϖ˴ Ϡ˴ ϋ Ϧ˶ ϣ ˴ ˴ﺎنδϧ˶ ﺈ ϟ ا˴ ϖ˴ Ϡ˴ ﺧ} 2 { ˵ ˴مﺮ ˴آﺄ ϟ ا˴ ﻚ Α˴ ˴ر و ˴أﺮ ϗ ا} 3 { ˶ Ϣ˴ Ϡ˴ Ϙ ϟ ˶ﺎΑ ˴ Ϣ Ϡ˴ ϋ ˶يﺬ ϟ ا} 4 {
Ϣ˴ Ϡ ό˴ ϳ Ϣ˴ ϟ ˴ﺎϣ ˴ ˴ﺎنδϧ˶ ﺈ ϟ ا˴ Ϣ Ϡ˴ ϋ } 5 {
[Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1) Dia
telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmu yang
paling pemurah (3) Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam (4) Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)].
4
(Q.S.Al-
Alaq/96: 1-5).
1
Abi Muhammad Abu Malik bin Hasyim, Siratunnaby , Jld.I, (Kairo: Maktabah
Darruttutos, t.t.), h.171.
2
Abdul Wahid Assyaibani, Muhammad bin Abdul Karim, A l-Kamil Fittarikh, Jld.I,
(Beirut Libanon: Darul Kutub Alamiyah, 1987-1407), h.569.
3
Philip K.Hitti, The Arabs A Short Story, diterjemahkan oleh Ushuluddin Hutagalung
dan ODP Sihombing, t.t.p., t.t.), h.35.
4
Departemen Agama Republik Indonesia, Alquran dan Terjemahnya, (Jakarta: Gema
Risalah Press Bandung, 1992), h.1079.
e-USU Repository ©2005 Universitas Sumatera Utara
1