READING REVIEW THI 5 REFRENSI 1. Franz Magnis – Suseno, Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopi ke Perselisihan Revisionisme, Gramedia Putsaka Utama Nama : Darma Adi Nugroho NIM : 11141130000046 A. Resume Marxisme Munculnya marxisme ini merupakan hasil dari pemikiran dari tokoh yang bernama Karl Marx. Konsep marxisme yang yang diutarakan Karl Marx merupakan bentuk kritik terhadap bentuk kapitalisme yang ada pada masanya. Yang coba disoroti oleh Marx adalah praktek kapitalisme pada masa itu membentuk kondisi sosial dimana kepemilikan pribadi terhadap faktor produksi yang dikuasai oleh para kapitalis. Hal tersebut memicu adanya kesenjangan sosial antara kapitalis dengan para tenaga kerja yang ekonominya kurang. Untuk membahas ini lebih lanjut, Karl Marx menjelaskan lebih dalam pada teori kelas. Marx membagi kelas sosial pada masyarakat kapitalis. Kelas sosial yang dimaksud Marx masih belum jelas lebih lanjutnya didefinisikan oleh Lenin yaitu “golongan sosial dalam sebuah tatanan masyrakat yang ditentukan oleh posisi dalam proses produksi” (Magnis-Sueno 2000 : 111). Marx membagi kelas sosial atas kaum pemilik modal (borjuis) digambarkan sebagai kelas atas dan kaum buruh (proletar) dianggap sebagai kelas bawah. Dalam pelaksanaanya terdapat hubungan antar kedua kelas tersebut, hubungan antara kelas atas dan kelas bawah merupakan hubungan kekuasaaan: yang satu berkuasa atas yang lain (Magnis – Suseno 2000 : 115). Seiring berjalannya waktu kesewenang – wenangan kaum kapitalis terhadap kaum buruh menciptakan pertentangan di antara mereka. Pertentangan yang muncul disebabkan karena benturan kepentingan antar keduanya. Kaum kapitalis menginginkan mendapatkan laba yang besar dengan cara eksploitasi kaum buruh dan penekanan biaya upah, kaum buruh memiliki kepentingan untuk mendapatkan upah lebih dan menghilangkan penindasan yang ada. Perwujudan dari pertentangan kelas tersebut adalah konflik antar kelas, Marx menganggap jika kaum kapitalis dibiarkan akan terjadi penindasarn secara terus menerus makadari itu perlu adanya perubahan sosial. Revolusi merupakan jembatan yang yang dapat dilalui kaum buruh. Dengan terjadinya revolusi yang tadinya kaum buruh terbelenggu dengan penindasan, dapat mendapatkan kebebasannya. Kekuasaan dan penindasan yang dimiliki oleh kaum atas harus digulingkan. Hubungan yang terjadi antar kedua kelas tersebut digambarkan oleh Marx sebagai hubungan yang konfliktual. Selanjutnya Karl Marx mengemukakan pandangannya tentang materialis sejarah. Maksud dari materialisme sejarah ini adalah “materialisme” yang dimaksud bukan sesuatu yang bersifat materi namun Marx fokus kepada kegiatan atau pekerjaan jasmaniah atau objek yang bersifat indrawi bukan bukan berdasarkan pemikiran atau moral berdasarkan baik buruknya. Dan sejarah sendiri dipahami oleh Marx adalah perjuangan kelas yang dilakukan untuk mencapai kebebasan milik mereka.