, , , PENDAHULUAN Edizamen emeoton”, aku mencari diriku sendiri. Ungkapan sarat makna ini disampaikan oleh Herakleitos, seorang ilsuf Yunani yang hidup lima abad sebelum masehi. Gagasan Herakleitos ibarat menarik saripati persoalan dunia pemikiran yang telah berjalan selama ribuan tahun hingga melahirkan wajah kebudayaan manusia yang kompleks dimana generasi kita menjadi bagian di sana. Bahwa di balik rumit sejarah peradaban yang jalin menjalin, segenap pergulatan pemikiran manusia sejatinya merupakan cermin untuk menemukenali dan memahami kemanusiaannya (Dahana, 2001). PENELITI ARKEOLOGI DI INDONESIA: Antara Idealisme dan Kenyataan Archaeology Researchers in Indonesia: Between Idealism and Fact Marlon NR Ririmasse Balai Arkeologi Ambon-Indonesia Jl. Namalatu-Latuhalat, Ambon 97118 ririmasse@yahoo.com Naskah diterima: 02-03-2015; direvisi: 20-04-2015; disetujui: 25-05-2015 Abstract The archaeological research in Indonesia is in positive progress in the last years. This situation is relected by the increasing of public and media interest in the archaeological and cultural historical research activity. A main factor which is determine the quality of research result and the performance of the archaeological institution is the human capital. The quality and competence of researcher serve as the main factors in developing archaeological research institution in Indonesia. This paper will discuss the performance of archaeology researchers in Indonesia with the main focus on the researcher in Balai Arkeologi Ambon. Analysis on the perfomance was conducted based on the synopsis of National Research Result Evaluation 2013. We hope that this paper might serves as the discussion medium to evaluate the performance of archaeological research and develop solution for the better perfomance in the future. Keywords: Researcher, Archaeology, Indonesia, Balai Akeologi Ambon Abstrak Penelitian arkeologi di Indonesia semakin berkembang selama tahun-tahun belakangan. Hal mana tercermin dari meluasnya perhatian masyarakat dan media atas aktiitas riset arkeologi dan sejarah budaya. Hal mana juga berimplikasi pada meningkatnya ekspektasi publik atas hasil penelitian. Salah satu faktor kunci yang menentukan kualitas hasil penelitian dan kinerja lembaga riset termasuk bidang arkeologi adalah sumber daya manusia. Kualitas kemampuan dan kompetensi peneliti merupakan penentu kinerja dan capaian institusi penelitian arkeologi di Indonesia. Makalah ini membahas mengenai tinjauan atas kinerja peneliti arkeologi di Indonesia dengan fokus pada kinerja peneliti di Balai Arkeologi Ambon. Telaah atas kinerja dilakukan dengan mengacu pada tujuh parameter kinerja yang disampaikan dalam sinopsis kegiatan Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Nasional 2013. Diharapkan makalah sederhana ini bisa menjadi ruang diskusi untuk melakukan evaluasi kinerja peneliti arkeologi dan membangun solusi bagi kinerja yang lebih baik ke depan. Kata Kunci: Peneliti, Arkeologi, Indonesia, Balai Arkeologi Ambon Peneliti Arkeologi di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan, Marlon NR Ririmasse 53