Mencit (Mus musculus) Mencit hidup di berbagai daerah mulai dari iklim dingin, sedang maupun panas dan dapat hidup dalam kandang atau hidup bebas sebagai hewan liar. Bulu mencit liar berwarna abu-abu dan warna perut sedikit lebih pucat, mata berwarna hitam dan kulit berpigmen (Malole dan Promono, 1989). Berat total Mus musculus (kepala, badan, ekor, telinga, dan rambut) sekitar 10-21 gram. Memiliki hidung yang runcing, badan yang kecil, panjang tubuh 6-10 cm, panjang seluruhnya 7-11 cm. Telinga tegak berukuran 15 mm. Gigi seri terdapat pada rahang atas dan bawah, masing-masing sepasang. Gigi seri ini secara tepat akan tumbuh memanjang sehingga merupakan alat potong yang sangat efektif. Tidak mempunyai taring dan graham (premolar). Mencit mencapai umur dewasa sangat cepat (42 hari), masa kebuntingannya sangat pendek (19-21hari) dan berulang-ulang dengan jumlah anak yang banyak pada setiap kebuntingan. Mencit termasuk Rodentia pemanjat, kadang-kadang menggali lobang, menggigit benda hidup di dalam dan di luar rumah. Binatang nokturnal, keluar sarangnya dan aktif pada malam hari untuk mencari makan. Sehingga memiliki kemampuan yang khusus untuk mencari makanan dan menyelamatkan diri dari predator (pemangsa) pada suasana gelap. Rodensia mempunyai daya cium yang tajam, sebelum keluar sarangnya ia akan mencium-cium dengan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan. Mengeluarkan jejak bau selama orientasi sekitar sarangnya sebelum meninggalkannya. Urin dan sekresi genital yang memberikan jejak bau yang selanjutnya akan dideteksi dan diikuti oleh tikus lainnya. Bau penting untuk Rodentia karena dari bau ini dapat membedakan antara tikus se-famili atau tikus asing. Bau juga memberikan tanda akan bahaya yang telah dialami. Sentuhan badan dan kibasan ekor akan tetap digunakan selama menjelajah, kontak dengan lantai, dinding dan benda lain yang dekat sangat membantu dalam orientasi dan kewaspadaan binatang ini terhadap ada atau tidaknya rintangan didepannya. Rodentia sangat sensitif terhadap suara yang mendadak. Mencit merupakan hewan yang paling banyak digunakan sebagai hewan model laboratorium dengan kisaran penggunaan antara 40-80%. Mencit banyak digunakan sebagai hewan laboratorium (khususnya digunakan dalam penelitian biologi), karena memiliki keunggulan-keunggulan seperti siklus hidup relatif pendek, jumlah anak per kelahiran banyak, variasi sifat-sifatnya tinggi, mudah ditangani, serta sifat produksi dan karakteristik reproduksinya mirip hewan lain, seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Menurut Mencit dapat hidup mencapai umur 1-3 tahun tetapi terdapat perbedaan usia dari berbagai galur terutama berdasarkan kepekaan terhadap lingkungan dan penyakit (Malole dan Pramono, 1989).