PEMANFAATAN BAKTERI KITINOLITIK DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Curvularia sp. PENYEBAB PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN MENTIMUN Andini Hanif 1 , Dwi Suryanto 2 , Isnaini Nurwahyuni 2 1 Mahasiswa Sarjana, Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara Jln. Bioteknologi No.1, Kampus USU, Padang Bulan, Medan 20155 2 Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara Jln. Bioteknologi No.1, Kampus USU, Padang Bulan, Medan 20155. Email: d.suryanto@lycos.com Abstract A study on about the utilization of chitinolytic bacterial isolates to inhibit growth of Curvularia sp. causal agent of leaf spot disease of cucumber was done in Laboratory of Pest and Disease, Medan Johor, UPT-Balai Protection Plant and Horticulture I and Laboratory Microbiology Departement of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sumatera Utara, Medan. Six chitinolytic isolates were tested in vitro to inhibit growth of Curvularia sp.. The result showed that Bacillus sp. BK13 inhibited more with inhibition zone of 2,75 cm and Enterobacter sp. BK15 with inhibition zone of 2,55 cm, whereas Enterobacter sp. PB17 showed the lowest inhibition zone of 1,3 cm. Soaking seed treatment in chitinolytic bacterial suspension reduced the percentage of leaf spot. Enterobacter sp. BK15 showed more ability (50%) to inhibit leaf spot attack. Keywords: Bacillus sp. BK13, cucumber, Curvularia sp., Enterobacter sp. BK15, leaf spot Pendahuluan Mentimun merupakan salah satu jenis sayur yang cukup diminati karena banyak mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, dan besi, serta vitamin A, B, dan C, dan juga serat (Julisaniah, 2008). Salah satu penyakit yang umum menyerang tanaman adalah serangan bercak daun yang disebabkan oleh fungi patogen. Bercak daun banyak terdapat pada bagian daun dewasa, serangannya tidak menimbulkan kerugian yang berarti, namun pada serangan berat bercak daun akan menurunkan produksi buah hingga 50%. Warna bercak bervariasi mulai dari kuning, coklat, hitam, dan ada yang memiliki lingkaran- lingkaran yang memusat (Semangun, 1996). Menurut Parinthawong et al. (2010), penyakit yang dikelompokkan ke dalam bercak daun terutama disebabkan oleh fungi patogen dari genus Curvularia, Alternaria, Helminthosporium, Cercospora dan lain-lain. Gejala awal penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Culvularia sp. berupa bercak kuning yang menginfeksi tajuk dan helai daun yang lama kelamaan menjadi bercak kering berwarna coklat abu-abu, sehingga mengkerut dan mati (Daryani, 1995). Menurut Semangun (1996), jamur patogen dapat masuk ke dalam bagian tumbuhan melalui luka, lubang alami, atau dengan langsung menembus permukaan bagian tumbuhan yang utuh. Bila patogen tidak dapat menembus lapisan-lapisan tersebut, patogen masuk melalui luka. Siklus hidup Curvularia sp. terutama disebarkan dengan konidiumnya, baik karena terbawa angin maupun karena percikan air hujan dan air siraman, dan juga oleh serangga (Semangun, 2007). Bakteri kitinolitik menghasilkan enzim kitinase. untuk asimilasi kitin sebagai sumber karbon dan nitrogen (Wu et al., 2001). Bakteri kitinolitik dapat memecah dan mendegradasi kitin penyusun dinding sel fungi sehingga bakteri ini sangat potensial untuk menghambat pertumbuhan fungi patogen pada tanaman. Beberapa kitinolitik seperti Streptomyces, Bacillus, Enterobacter, Aeromonas, Serratia, dan Vibrio dilaporkan memiliki aktivitas kitinolitik. (Ferniah et al., 2003).