Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 1 - ANALISA DIMENSI DAN STRUKTUR ATAP MENGGUNAKAN METODE DAKTILITAS TERBATAS M. Ikhsan Setiawan ABSTRAK Sttruktur gedung Akademi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya direncanakan ulang dengan menggunakan metode Daktilitas Terbatas. Dimana gedung tersebut direncanakan sedemikian rupa dengan pendetailan khusus sehingga mampu berperilaku inelastis terhadap beban siklis gempa tanpa mengalami keruntuhan getas. Dalam hal ini beban gempa rencana harus diperhitungkan dengan menggunakan faktor jenis struktur, K=2. Data umum dalam perencanaan penelitian ini sebagai berikut: Analisa struktur ini meliputi perencanaan struktur atap baja dan plat beton, perencanaan struktur primer balok dan kolom, serta perencanaan struktur sekunder plat lantai dan tangga. Untuk perencanaan struktur bangunan bawah meliputi pondasi tiang pancang, poer, dan sloof. Beban gempa pada struktur dihitung dengan metode beban statis ekivalen (BSE), sedangkan untuk analisa struktur menggunakan progran SAP 2000 versi 7.42. Output yang dihasilkan Analisa dengan Metode SAP 2000 ini diwujudkan dalam bentuk laporan perhitungan struktur dan gambar-gambar detail baik arsitektur maupun struktur yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan. Kata Kunci: atap, dimensi, daktilitas terbatas, SAP 2000 PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam penelitian ini dilakukan analisa perencanaan pembangunan Gedung Universitas Muhammadiyah Surabaya yang berstruktur beton precast dengan daktilitas dua atau terbatas. Perhitungan struktur dengan daktilitas dua dirancang agar bangunan dapat berperilaku inelastis terhadap beban siklis gempa tanpa mengalami keruntuhan getas, beban geser dasar akibat gempa untuk perancangan dengan daktilitas dua harus ditentukan menurut “Standar Tatacara Perhitungan struktur beton Untuk Bangunan Gedung 1991” dengan ketentuan, bahwa nilainya harus dihitung berdasarkan nilai faktor jenis struktur sekurang-kurangnya K ≥ 2. Perumusan Masalah 1. Berapa dimensi gording, ikatan angin, kuda-kuda dan analisa sambungan kuda- kuda? 2. Berapa kebutuhan tulangan lentur, geser dan torsi yang diperlukan sebagai penguat struktur? Batasan Masalah Perencanaan untuk struktur bangunan atas dan bawah dengan tingkat daktilitas 2. Beban gempa dihitung dengan Beban Statik Ekivalen dan analisa struktur dengan SAP 2000. 1. Perencanaan dan Perhitungan Bangunan Atas, meliputi : a. Struktur Atap : Rangka Baja dan Pelat Beton 2. Analisa Struktur a. Menggunakan metode daktilitas 2