135 Aplikasi GPS Geodetic Dalam Penentuan Titik Kontrol Horisontal Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Studi Kasus: Bandara Kasiguncu Poso Ruki Ardiyanto 1 , Rachmat Ramadhan 1 1 Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (PTISDA), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi BPPT Gedung 2 Lantai 19, Jl MH Thamrin No. 8 Jakarta 10340 Email: ruki.ardiyanto@yahoo.co.id Abstrak Sesuai dengan ICAO ANNEX 14 Vol 1 Chapter 4 “OBSTACLE RESTRICTION AND REMOVAL” serta Keputusan Menteri Perhubungan KM 48 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Bandar Udara Umum yang mengatur tentang Kawasan keselamatan Operasi Penerbangan menyaratkan bahwa kawasan udara di sekitar bandar udara harus bebas dari segala bentuk hambatan yang akan mengganggu pergerakan pesawat udara dengan menetapkan batasan ketinggian tertentu terhadap objek-objek di sekitar bandar udara. Untuk itu aspek Keselamatan Penerbangan merupakan elemen yang khusus dan mutlak harus diwujudkan termasuk segala persyaratan pendukungnya. Dewasa ini data yang ada, baik yang merupakan titik koordinat referensi Bandar udara (Aerodrome Reference Point/ARP), maupun letak lokasi suatu peralatan navigasi (Navigation Aid’s) atau objek lain yang dianggap penting untuk keperluan navigasi dan operasi penerbangan dinilai kurang akurat, terutama bila dikaitkan dengan tatacara bernavigasi dimasa yang akan datang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka sudah saatnya koordinat Bandar udara ditentukan ataupun direvisi kembali dengan menggunakan metode penentuan posisi yang sebanding dengan teknologi navigasi yang akan digunakan. Penentuan posisi geografis dengan bantuan satelit GPS dapat memberikan banyak manfaat dan nantinya akan menjadi infrastruktur pada Future Air Navigation System (FANS). Sejalan dengan teknologi dan perkembangan dibidang navigasi udara, maka pada pemetaan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan di Bandar Udara Kasiguncu yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan menggunakan teknologi teristris, maka teknologi GPS mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan titik-titik kontrol untuk keperluan pemetaan tersebut. Kata Kunci: KKOP, GPS, FANS, ARP Abstract In accordance with ICAO Annex 14 Vol 1 Chapter 4 "Obstacle Restriction AND REMOVAL" Minister of Transportation and KM 48 of 2002 Concerning Commercial Airport regulating the safety of Flight Operations Zone requires that the area of air around airports should be free from all forms of barriers that would interfere with aircraft movement by setting specific height limits of objects around airports. For that aspect of Aviation Safety is an element of special and absolutely must be realized, including all supporting requirements. Today the existing data, whether that is a point the coordinates of reference Airport (Aerodrome Reference Point/ARP), as well as the location of the location of a navigation equipment (Navigation Aid's) or other objects that are considered essential for the purposes of navigation and flight operations were considered less accurate, especially when associated with a procedure to navigate the future. To anticipate this, then it is time coordinates defined or revised Airport re-using the positioning method that is comparable with navigation technology that will be used. Geographical positioning with the help of GPS satellites can provide many benefits and will become the infrastructure on the Future Air Navigation System (FANS). In line with the technology and developments in the field of air navigation, mapping it to the Flight Operations Safety Zone at Kasiguncu Airport which has been implemented previously using terrestrial technology, the GPS technology has a very important role in determining the control points for mapping purposes. Keywords: KKOP, GPS, FANS, ARP