Reny Fitriyah dan Sri Setyo Iriani; Pengaruh Negara Asal ... 1562 Jurnal Ilmu Manajemen | Volume 2 Nomor 4 Oktober 2014 PENGARUH NEGARA ASAL TERHADAP PERSEPSI KUALITAS RENY FITRIYAH SRI SETYO IRIANI Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya, Kampus Ketintang Surabaya 60231 E-mail: reny_dumpez@yahoo.com Abstract: This study aims to analyze and discuss the influence of country of origin on the perceived quality. The study focused on the sharp brand for TV, AC, and washing machines. This research is conclusive. The population used was the visitors Hartono Elektronika Kertajaya Indah Timur Surabaya. Sample taken as many as 110 peoples with purposive sampling technique. Then the sample was divided into two groups of control and experimental group. The research instrument used was a questionnaire and the data obtained were processed using simple regression analysis, followed by analysis of independent samples t test. The results showed that there is significant influence between the country of origin of the perceived quality of the control group and experimental group. For the analysis of independent samples t test there was no difference effect to country of origin on perceived quality to experimental and control group. Keywords: country of origin and perceived quality. PENDAHULUAN Pada era globalisasi serta keikutsertaan Indonesia di dalam lembaga-lembaga dunia. Hal ini semakin mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih terbuka dengan masuknya perubahan perusahaan asing yang menjanjikan suatu peluang atau tantangan bisnis baru bagi perusahaan-perusahaan luar yang beroperasi di Indonesia. Pemasaran internasional menyebabkan batas antar negara semakin bias. Hal tersebut terlihat dari banyaknya produk dan merek yang beredar di pasar Indonesia, baik merek pada produk buatan lokal maupun impor, yang membuat para konsumen memiliki banyak pilihan produk maupun merek, serta bebas dalam memilih produk maupun merek yang disukai. Hal ini semakin meningkatkan persaingan. Walaupun perusahaan yang berasal dari Indonesia jumlahnya juga tidak sedikit, tetapi produk-produk impor juga masih menguasai pasar domestik kita. SWA Plus edisi 20 tahun 2012 menyebutkan bahwa pertumbuhan industri peralatan listrik dalam hal ini adalah produk-produk elektronik mendapatkan pencapaian tertinggi dibandingkan dengan industri lainnya yakni mencapai sebesar 25%. Elektronik Marketer Club (EMC) dan Gabungan Perusahaan Elektronik, bahkan lembaga riset pemasaran asing, Growth from Knowlegde (GfK) yang mengungkapkan bahwa penjualan produk elektronik di pasar Indonesia, terutama tiga tahun terakhir, rata-rata tumbuh 20% per tahun. Penjualan tertinggi hingga Mei 2012 dikontribusi oleh TV, AC, dan mesin cuci. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan elektronik di pasar domestik yang meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah rumah tangga dan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang kian meningkat (www.swa.co.id, 2012). Perkembangan industri elektronik di tanah air sebenarnya