FENOMENOLOGI : ALTERNATIF PENGEMBANGAN ILMU Mhd Halkis E -mail : muhammadhalkis@gmail.com Dosen Universitas Pertahanan Abstract:The aim of this study is to describe the role of the philosophy of science in the development of education, especially social-religion. This issue considered to be an important thing search of science because there aare some people still doubt about the existence of social-religion science development. The philosophy of science descipline, normatively it must meet the requirements of ontology, epistemology, and axiology. The debate among scientists about the purpose and the approach of a science discipline spawned different paradigms or sects of science. The essential purpose of contemporer science philosophy seemed to find out successful principles in the research of science from age to age, expected to be applied in the development of science. Keywords: Phenomenology, development, social-religion. PENDAHULUAN Pertarungan paling seru ketiga memposisikan diri pada suatu pradigma ternyata bukan terletak pada suatu kebenaran un sich. Untuk itu mata pelajaran logika dan matematika dasar tidak cukup kuat menopang pertarungan dalam pengembangan ilmu pengetahun, sekalipun tidak bisa ditinggalkan. Untuk itu buku Logical Investigations karya Husserl melebihi ketentuan-tententuan ketat dalam Logika Dasar sehingga dapat memberi ruang terhormat pada fenomenologi. Sekalipun fenomenologi banyak ilmuawan mengkritisi tapi justeru para pengkritik fenomenologi melahirkan filsuf era postmodern. Fenomenologi ditangan Husserl tidak hanya sebagai methode tapi menjadi sebuah mazhab dalam filsafat ilmu. Persaoalan yang diangkat sekarang adalah pengakuan produk ilmu pengetahuan yang lahir setelah naturalism-positivisme. Keberhasilan positivism tidak bisa diingkari, melalui pendekatan ilmu pasti dalam melihat fenomena kemasyarakat telah melahirkan pengetahuan yang objektif. Positivisme berhasil membangun kebudayaan manusia terlepas dari kebudayaan jahilia. Teknologi berkembang dalam membantu manusia menguasai alam. Ekonomi dan kemakmuran manusia meningkat, sehingga manusia menjadi mahluk yang istimewa yang tak bisa ditundukan oleh alam. Pada satu sisi pengetahuan berkembangan dalam dirinya sendiri dan hidup dalam suatu komunitas sementara pada sisi lain intitusi penguasa memerlukan sebuah kepastian dengan menggunakan kerangka yang ditetapkan oleh dirinya sendiri. Untuk itulah kiranya intitusi penyelenggara 35