Makalah Nomor: KNSI-402 FAKTOR PERILAKU MANUSIA DALAM KOLABORASI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK Tien Fabrianti Kusumasari 1 , Husni Sastramihardja 3 , Kridanto Surendro 2 , Iping Supriana 4 1 Program Studi Sistem Informasi, STMIK IM Bandung 2,3,4 Teknik Informatika, STEI, Institut Teknologi Bandung 1 tien_kusumasari@yahoo.com , 3 husni@informatika.org , 2 endro@informatika.org , 4 iping@informatika.org Abstrak Keberhasilan proyek pengembangan perangkat lunak masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keberhasilan proyek dibidang lain. Kualitas dan kecepatan proyek perangkat lunak sangat tergantung pada faktor sumberdaya manusia. Oleh karena itu pada makalah ini akan dibahas mengenai faktor manusia khusunya mengenai perilaku dalam kolaborasi pengembangan perangkat lunak sebagai kunci kesuksesan pengembangan proyek perangkat lunak. Tujuan makalah ini adalah menentukan properti perilaku manusia dalam melakukan kolaborasi pengembangan perangkat lunak. Properti perilaku tersebut akan di kaitkan dengan kualitas produk, dalam hal ini adalah kualitas intrinsik produk.Dengan merumuskan properti perilaku manusia tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memilih anggota tim yang tepat ataupun untuk menentukan metode kolaborasi yang tepat untuk suatu tim yang sudah ditentukan sehingga dapat mencapai kesuksesan proyek. Adapaun metode yang digunakan dalam menentukan properti perilaku ini dengan berdasarkan framework perilaku Human Behavior Representation (HBR) yang diturunkan dalam metode kolaborasi dan proses pengembangan perangkat lunak. Hasil penelitan dalam makalah ini adalah pemetaan perilaku dalam kolaborasi perangkat lunak yang meliputi properti komunikasi, koordinasi, interaksi, kemampuan menggunakan tool, kondisi psikologi (motivasi dan kedekatan), serta pengalaman anggota tim. Berdasarkan uji coba dalam beberapa tim kecil disimpulkan bahwa peranserta anggota berpengalaman dalam proses perancangan dan kemampuan rata-rata anggota tim yang tinggi akan meberikan kualitas kode (kualitas instrinsik produk). Sebagai kelanjutan dari hasil penelitian ini, dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan menentukan metode pengukuran properti perilaku dalam melakukan kolaborasi pengembangan perangkat lunak dengan lebih baik sehingga semua aspek perilaku dapat terukur secara kuantitatif. Kata kunci : perilaku manusia, kolaborasi, pernagkat lunak, kolaborasi pengembangan perangkat lunak, faktor manusia. 1. Pendahuluan Pengembangan perangkat lunak dapat dinyatakan sebagai aktivitas penyelesaian persoalan secara kooperatif dan kolaborasi tim [29] dimana kesuksesannya tergantung pada akuisisi pengetahuan, pertukaran dan integrasi informasi, dan meminimalisasi kegagalan komunikasi [2]. Kolaborasi atau collaboration berasal dari bahasa latin yaitu collaborare yang berarti bekerja bersama atau kerja sama. Kolaborasi merupakan proses kerjasama untuk mencapai tujuan bersama yang dilakukan oleh beberapa individu, organisasi, atau organism [11]. Kolaborasi terjadi dalam hubungan formal dalam sebuah sistem. Untuk menciptakan sistem kolaborasi diperlukan komunikasi, framing and authenticity, empati dan solidaritas, fairness dan moralitas, sistem reward dan punishment, reputation and reciprocity, serta perbedaan (Bencler, 2011). Sebuah sistem dapat disebut dengan sistem kolaborasi atau masyarakat kolaboratif jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: memiliki tujuan bersama, terdapat suatu etika kontribusi, terdapat unsur saling ketergantungan antar anggota, dan terdapat infrastruktur kolaborasi [1].