BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pergerakan manusia merupakan aktivitas yang selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya seseorang melakukan pergerakan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak dapat dipenuhi di tempat tinggalnya. Hal ini menyebabkan terjadinya suatu pergerakan dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut. Permasalahan transportasi yang semakin luas membutuhkan banyak studi penelitian untuk menyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada. Seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Alur teknologi yang berkembang khususnya komputerisasi membantu banyak peneliti khususnya peneliti dibidang transportasi dalam pengolahan data lalu lintas yang diproses secara cepat, dan murah. Berbagai program pun telah tersedia dan dimanfaatkan guna membantu proses perencanaan dan pemodelan transportasi dalam menangani hampir semua permasalahan yang terjadi. Seperti paket program MOTORS, SATURN, TRANSPLAN, STAN, STRADA, EMME/2 dan EMME/3. Pemanfaatan program yang telah tersedia sangat membantu peneliti untuk mendapatkan gambaran pola pergerakan transportasi . Suatu pola pergerakan dapat diperoleh dengan cara membebankan MAT ke suatu sistem jaringan transportasi. Pada penelitian ini, proses pembebanan ke sistem jaringan transportasi menggunakan perangkat lunak EMME/3 (equilibremultimodal, multimodal equilibrium) yang merupakan pengembangan dari program sebelumnya yaitu EMME/2 yang dibuat dan dikembangkan di Kanada, dengan kemampuan yang sangat tinggi, dengan jumlah node dan link yang dapat dikatakan tidak terbatas (mampu mencapai hampir 1 juta node). Adapun keunggulan lainnya adalah formula yang dapat dibuat sendiri sesuai keadaan dan kebutuhan (INRO Consultants Inc., 1998), misalnya hitungan kapasitas dan waktu tempuh yang disesuaikan dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.