Jurnal Emitor Vol. 12 No. 01 ISSN 1411-8890 40 OPTIMASI KAPASITAS JARINGAN 2G, 3G, DAN LTE DENGAN TEKNIK JOINT BASE STATION Doan Perdana, A. Ali Muayyadi, Nachwan Mufti, Endang Chumaidiyah Magister Teknik Elektro, Institut Teknologi Telkom doan.perdana2010@gmail.com Abstraksi Tantangan penyediaan jaringan komunikasi nirkabel yang handal dengan kapasitas sistem yang tinggi tidak terlepas dari biaya investasi yang tinggi. Pemanfaatan resource spectrum secara efisien yang semaksimal mungkin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi biaya investasi yang tinggi. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu melakukan kajian analisis secara kapasitas mengenai optimasi jaringan 2G/3G eksisting maupun jaringan LTE dengan teknik Joint Base Station dengan memanfaatkan resource spectrum secara efisien dan sesuai dengan tingkat prosentase pertumbuhan pelanggan nirkabel layanan voice dan pata tahun 2012-2017 disalah satu operator telekomunikasi di Indonesia. Metode kajian penelitian adalah melakukan implementasi teknik Joint Base Station dengan empat skenario implementasi, yaitu 2G/3G Collocation, 2G/3G/LTE Collocation, 3G/LTE Collocation, dan LTE. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu teknik Joint Base Station merupakan salah satu solusi bagi operator telekomunikasi di Indonesia dalam melakukan optimasi kapasitas jaringan nirkabel eksisting yaitu 2G, 3G dan jaringan baru yang handal, dalam implementasi teknik Joint Base Station, dapat direkomendasikan skenario implementasi LTE yang menghasilkan kapasitas jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan tiga skenario implementasi yang lainnya berupa 2G/3G Collocation, 2G/3G/LTE Collocation, 3G/LTE Collocation. Keywords: Komunikasi nirkabel, Joint Base Station, Resource spectrum, 2G/3G Collocation, 2G/3G/LTE Collocation, 3G/LTE Collocation, LTE (JBS) 1. Pendahuluan Dunia telekomunikasi nirkabel, spectrum frekuensi adalah hal yang mendapatkan perhatian penting, karena melalui spectrum inilah data bisa dikirimkan, semakin besar interval frekuensi didapatkan, semakin tinggi pula kecepatan data (data rate dalam bps) yang bisa diperoleh, karena spectrum merupakan sumber daya (resource) yang terbatas dengan biaya investasi yang tinggi, penggunaannya harus dilakukan secara efisien dan se-maksimal mungkin. Disamping spectrum, tingkat prosentase pertumbuhan pelanggan voice dan data menjadi hal penting sebagai dasar penggelaran jaringan komunikasi nirkabel, baik untuk jaringan existing (2G dan 3G) maupun jaringan baru (LTE). Konsep teknik Joint Base Station (JBS) diharapkan menjadi solusi dalam masalah di atas. Teknik JBS didesain sebagai teknik penggabungan beberapa jaringan nirkabel existing 2G, 3G, dani jaringan baru LTE sehingga operator 2G/3G dapat mengurangi biaya operasional dan belanja modal (CAPEX/OPEX). Hal ini dapat dilakukan karena dengan teknik Joint Base Station, operator telekomunikasi nirkabel di Indonesia dalam implementasi teknologi baru (LTE) tidak memerlukan power, transmisi tambahan, dan dapat menghemat space untuk penempatan kabinet baru serta dapat lebih memudahkan operator telekomunikasi dalam melakukan operation dan maintenance perangkat dan