PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN TERHADAP.………………..………………….………………...(Eko Widodo Lo) 1 PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN TERHADAP MANAJEMEN LABA: TEORI KEAGENAN VERSUS TEORI SIGNALING Eko Widodo Lo Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta Jalan Seturan, Yogyakarta, 55281 E-mail: eko.widodo@stieykpn.ac.id ABSTRACT This research investigates the influence of company financial distress on earnings management by using agency and signaling theories. This research compares the explanations between agency and signaling theories on this relationship. Agency theory explains that company financial distress positively influences earnings management, but signaling theory predicts that company financial distress negatively influences earnings management. Company financial distress is measured by using Ohlson model. Kang- Sivaramakrishnan model is used to measure discretionary accruals, a measure of earnings management. Empirical data are analyzed by using ordinary least square regression and testing of difference between two proportions from one group. Results of data analysis reject agency theory explanation, and support signaling theory explanation. This research finds that company financial distress negatively influences discretionary accruals. Keywords: Financial distress, earnings management, agency theory, signaling theory PENDAHULUAN Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap manajemen laba. Isu penelitian ini adalah perbedaan penjelasan mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap manajemen laba di antara teori keagenan dengan teori signaling. Teori keagenan menjelaskan bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba, sedangkan teori signaling menjelaskan bahwa tingkat kesulitan keuangan perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Indonesia mengalami krisis keuangan pada tahun 1997 dan 1998 yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi. Krisis ekonomi dapat menimbulkan kesuli- tan keuangan bagi perusahaan. Perusahaan harus cakap menyelesaikan semua masalah yang dihadapinya, termasuk akibat dari krisis ekonomi yang menimpa negara yang perusahaan berada di dalamnya. Manajemen perusahaan yang berkualitas tinggi akan berhasil mengatasi akibat krisis ekonomi terhadap perusahaan, dan sebaliknya. Kegagalan manajemen dalam mengatasi akibat krisis ekonomi terhadap perusahaannya mengindikasikan ketidak- cakapan manajemen perusahaan yang bersangkutan. Walaupun begitu, kondisi keuangan perusahaan yang buruk dapat disebabkan oleh kualitas manajemen yang jelek, bukan oleh akibat krisis ekonomi karena manajemen yang berkualitas bagus akan berhasil menyelesaikan semua