Kualitas Daya Listrik Industri Muhammad Hamdani Rizal Teknik Elektro Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat, Indonesia muhammad.hamdani51@ui.ac.id Abstract—Makalah ini menjelaskan mengenai permasalahan kualitas daya listrik pada industri. Disamping itu, akibat dari buruknya kualitas daya listrik sangat mempengaruhi proses dan hasil dari produksi. Rekomendasi batas harmonisa dan mitigasi yang sebaiknya dilakukan dalam perbaikan kualitas daya listrik industri juga dipaparkan dalam makalah ini. Kata Kunci : industri, kualitas daya listrik industri, harmonisa, mitigasi kualitas daya listrik I. PENDAHULUAN Kualitas daya listrik menjadi sangat penting untuk diperhatikan, ketika semakin sensitifnya suatu peralatan baik di industri maupun di rumah tangga, kualitas daya listrik menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kerusakan-kerusakan peralatan sensitif tersebut. Beban-beban non-linier juga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas daya listrik. Beban tersebut merupakan sumber harmonik yang dapat menurunkan kualitas daya listrik. Beban non-linier adalah beban dimana bentuk gelombang keluarannya tidak sebanding dalam setiap setengah siklus, sehingga gelombang keluaran arus dan tegangannya tidak sama dengan gelombang masukannya (mengalami distorsi). Beberapa beban non linier adalah inti magnet pada trafo dan mesin berputar, mesin-mesin sinkron, pengelasan, photovoltaic inverter, dan peralatan elektronik kantor. Kualitas daya listrik pada industri sangat penting, karena sangat mempengaruhi proses dan hasil akhir produksi. Selain itu, masih banyak akibat yang dihasilkan jika kualitas daya listrik dalam industri buruk. II. PERMASALAHAN KUALITAS DAYA LISTRIK Identifikasi kualitas daya listrik perlu dilakukan untuk melakukan perbaikan atau peningkatan kualitas daya. Beberapa permasalahan pada kualitas daya listrik antara lain : • Tegangan Turun (Voltage Dip) Penurunan nilai tegangan RMS pada kisaran 10-90% dalam kurun waktu antara 0,5 siklus hingga kurang dari satu menit. Penyebab kejadian ini antara lain adanya kenaikan beban atau pengasutan motor kapasitas besar. Gejala ini berakibat pada terganggunya rangkaian sensing pada komputer dan kontrol, serta terdapat beberapa peralatan yang tidak dapat bekerja. • Tegangan Swell Peningkatan nilai tegangan RMS pada kisaran 110- 180% dalam kurun waktu antara 0,5 siklus hingga kurang dari satu menit. Penyebab kejadian ini antara lain kegagalan sistem, switching loads dan switching kapasitor. Akibat dari gejala swell adalah rusaknya peralatan karena kegagalan isolasi. • Transien Penyimpangan sesaat yang tidak diinginkan dari tegangan supplya atau arus beban. • Harmonik Merupakan distorsi sinusoidal periodik tegangan suplai atau arus beban yang disebabkan oleh beban non linier. Akibat dari distorsi harmonik adalah overheating pada motor berbeban, gangguan pada relai, dan rusaknya isolasi. • Distorsi Tegangan Bentuk gelombang arus mengandung distorsi periodik yang bersifat sinusoidal, yang tidak merupakan kelipatan bilangan bulat dari frekuensi pasokan mendasar. • Flicker Istilah yng digunakan untuk menggambarkan efek visual variasi tegangan kecil pada peralatan pecahayaan tegangan listrik.Rentang frekuensi gangguan yang mempengaruhi perlatan pencahayaan , yang terdeteksi mata manusia adalah 1-30 Hz. • Ketidakseimbangan Tegangan Adanya perbedaan tegangan pada masing-masing phasa pada sisem tiga phasa, dimana sudut normal antar phase adalah 120 o . Akibat dari ketidakseimbangan tegangan adalah timbul overheating pada perlatan tiga phasa. • Deviasi frekuensi Variasi frekuensi dari frekuensi pasokan nominal, di atas atau di bawah tingkat yang telah ditentukan, biasanya ± 0,1 %. • Gangguan Transien Didefinisikan sebagai penurunan tegangan suplai atau arus beban, ke tingkat yang kurang dari 10 % dalam waktu yang tidak lebih dari 1 menit. Kegagalan dapat disebabkan oleh kesalahan sistem, kegagalan peralatan sistem atau kerusakan control dan proteksi. • Outage Gangguan yang memiliki durasi lebih dari satu menit. Akibat dari gejala outage adalah peralatan shutdown atau tidak bekerja.