ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI KOMPETITIF Zuhrotun Nisak ABSTRAKSI Dengan meningkatnya persaingan Global, maka perusahaan dituntut untuk selalu memperhatikan keadan pasar dan bersaing lebih kompetitif dalam menentukan strategi. Strategi kompetitif merupakan salah satu cara untuk mengetahui daya saingnya disetiap kekuatan. Pengunaan analisis SWOT yang efektif dapat memegang peranan penting dalam menentukan strategi kompetitif, agar dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusaahaan dalam menjaga kelangsungan hidup dan kontinuitas perusahaan. Masalah yang hendak di cari jawabannya dalam penelitian ini adalah ‟‟apakah analisis SWOT merupakan stratergi yang tepat guna meningkatkan produksi pada perushaan dan bagimana strategi kompetitif yang di terapkan perusahaan dalam mengatasi persainggan global.? „‟. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis sebagai berikut :‟‟ diduga dengan menggunakan analisis SWOT dapat meningkatkan penjualan sehingga perusahaan mengalami keuntungan (surplus)‟‟. Penelitian ini menggunakan data primer dengan memberikan kuisioner dan data sekunder untuk memperoleh arsip-arsip atau dokumen Sejalan dengan masalah tersebut dan hipotesis penelitian maka, penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode analisis IFAS untuk menganalisis factor internal, analisis EFAS untuk factor eksternal, kemudian, dimasukan kedalam model kuantittif yaitu matrik SWOT. Hasil analisis menunjukan bahwa, dengan menggunakan analisis IFAS dan EFAS serta menggunakan analisis SWOT menunjukan posisi perusahaan pada sel 2, maka strategi yang dipilih guna mendukung tercapainya tujuan dari perusahaan tersebut adalah‟‟ strategi ST‟‟. Kata Kunci: Analisis swot, strategi kompetitif PENDAHULUAN Di abad 21 ini, dimana masing-masing Negara di dunia seolah tanpa ada sekat dan batas ruang maupun waktu, diprediksikan orientasi bisnis para pengusaha akan berubah. Jika sebelumnya orientasi bisnis yang berkembang adalah produsen dengan leluasa dapat memaksakan kehendaknya kepada konsumen dengan produk-produk hasil produksinya, yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan konsumen, maka yang terjadi saat ini adalah kebalikannya. Pergeseran orientasi tersebut ialah para pengusaha telah menyadari sepenuhnya bahwa didalam dunia industri saat ini, konsumenlah sebagai pemegang kendali atas produk yang akan dan ada dipasar, konsumen sangat menentukan jenis dan bentuk produk seperti apa yang bias atau tidak berada dipasar, dengan demikian produsen seolah “dipaksa” untuk mengikuti dan menghasilkan produk yang sesuai dengan nilai dan keinginan konsumen jika mereka tetap ingin bertahan survive (Freddy Rangkuti :2004).Tidak terkecuali Industri jasa cetak konvensional maupun digital printing kini semakin berkembang. Menurut sebuah sumber, diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 12.000 perusahaan di seluruh tanah air. Akibatnya, persaingan usaha pun semakin ketat.Untuk menyikapi hal tersebut diperlukan berbagai upaya. Langkah terbaik untuk mempertahankan dan atau memperluas pasar adalah dengan