Jurnal Teknik Mesin Otopro Vol 10. No.1 November 2014 KAREKTERISTIK AERODINAMIS PROTOTIPE TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK SKALA RUMAH TANGGA PADA SUDUT PITCH BESAR Indra Herlamba Siregar 1 , Nur Kholis 2 , Aris Anshori 3 1 Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya indra_adsite2006@yahoo.com 2 Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya kholisunesa@yahoo.com 1 Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya aris_ansori30@yahoo.com Abstract Semakin meningkatnya tingkat kesejahteraan bangsa Indonesia, begitupula jumlah penduduknya menyebabkan semakin meningkat pula kebutuhan energi masyarakat Indonesia. BBM adalah jenis energi fosil yang dominan digunakan oleh masyarakat sehingga sebagai sumber energy utama, namun sifatnya tidak terbarukan dan dalam penggunaannya tidak ramah terhadap lingkungan. Pemenuhan kebutuhan energi kita mengimpor BBM dari luar selain itu kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi BBM berdampak terhadap cadangn devisa bangsa Indonesia. Oleh karena itu diperlukan pengembangan dalam pemanfaatan energi alternatip selain BBM. Indonesia yang memiliki panjang pantai 80.000 km dan posisinya di garis katulistiwa memiliki potensi energi angin yang cukup besar yang karekteristik angin yang berubah-ubah, oleh karena itu penulis mengembangkan prototype turbin angin sumbu vertikal dua tingkat dengan bilah Modified NACA 0018 yang sesuai dengan karekteristik angin di Indonesia skala rumah tangga untuk membangkit listrik. Hasil pengujian memaparkan pada sudut pitch 60 0 karekteritik turbin yang dikembagnkan menurun dan hasil produksi listrik rata-rata per hari sebesar 672 Wh. Keywords: Energi Angin, Turbin Angin Sumbu Vertikal dua tingkat, prototype turbin angin sumbu vertical 1. PENDAHULUAN Pendapatan perkapita penduduk Indonesia sebesar $ 4700 dengan laju pertumbuhan ekonomi dan penduduk rata- rata 6,5 % dan 1,49 % per tahunnya (BPS, 2013), berdampak terhadap konsumsi energi Indonesia. Konsumsi energi Indonesia sebesar 0,467 toe per kapita (Pusdatin ESDM, 2011) dengan sebaran final pasokan energi primer yang berasal dari energi fossil berupa batubara, minyak bumi dan gas alam sebesar 76,2 % dari total energi indonesia pada tahun 2010 (Syahrial, 2011). Energi fosil merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui sehingga pemakaian sumber energi ini mengakibatkan cadangannya berkurang. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2011 melaporkan data cadangan energi fosil yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah minyak mentah sebesar 4,23 Milliar barel, batubara sebesar 126,3 Milliar Ton dan gas sebesar 108,4 TSFC (Syahrial, 2011). Pemakaian energi fosil memiliki beberapa dampak yang negatip baik ditinjau dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Dampak secara ekonomi disebabkan kemampuan produksi energi fosil dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan nasional. Impot minyak pada tahun 2010 tercatat sebesar 26 juta kiloliter sedangkan impor LPG 1,62 juta ton (Syahrial, 2011), dimana hal ini berimplikasi terhadap cadangan devisa negara, disamping itu kebijakan untuk mensubsidi energi sungguh menguras anggaran pemerintah dimana pada tahun 2012 subsidi yang diberikan untuk energi sebesar Rp346,4 triliun dengan rincian