III-66 Potensi PengembanganTeknologi Roof Garden untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan (Kajian Komparatif Jakarta dan Chicago, Illinois, AS) Sitti Sarifa Kartika Kinasih 1 Luthfi Muta’ali 2 1 Dosen di UIGM Palembang 2 Dosen di Fakultas Geografi UGM Fakultas Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Indo Global Mandiri Palembang Email: alestkikyo87@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kota Jakarta yang memiliki beragam masalah lingkungan. Tujuannya yakni mendapatkan fakta rinci manfaat ekologis, ekonomis, estetika, dan sosial yang dapat diraih oleh kawasan Jalan Mampang Prapatan dengan penerapan roof garden; serta mengkaji persepsi stakeholdersehingga diperoleh fakta peluang dan tantangan dalam penerapan roof garden di Mampang Prapatan dan sekitarnya. Selain itu, mengkaji bagaimana sustainable development bisa dilakukan di kota Chicago (skyscrapers city pertama di dunia). Metode penelitiannya yakni analisis proyeksi manfaat dari citra Quick Bird kawasan Mampang Prapatan tahun 2010, analisis deskriptif induktif kondisi existing dan persepsi stakeholder terhadap penerapan roof garden, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari blok delineasi penelitian dapat diperoleh manfaat secara ekologis (mengurangi konsumsi energi yang biasa terpakai, mereduksi kotoran udara, menjadi habitat dari flora, dan meresapkan air hujan); secara ekonomis dapat menghasilkan beras, sayuran, dan buah-buahan; secara estetis mengurangi kebisingan dan menyediakan area estetis kota; secara sosial dapat memberikan tambahan area komunitas pada blok kawasan delineasi Jalan Mampang Prapatan. Zona paling berpotensi adalah zona perdagangan dan jasa (zona B yang dapat mengubah RTH existing 10,84% menjadi 28,15%) dan terdapat 8 struktur pengguna roof garden di zona tersebut. Persepsi stakeholder terbukti sangat mendukung, bahkan solusi untuk tantangan yang ada justru diberikan oleh para informan. Kesungguhan kota Chicago dalam mengaplikasikan pembangunan berkelanjutan terlihat dari kesesuaian prinsip-prinsip keberlanjutan secara lingkungan, ekonomi, dan sosial atas strategi perencanaan kotanya. Keberhasilannya dalam menerapkan strategi tersebut terletak pada contoh-contoh konkrit, kemudahan aplikasi, penyebaran informasi secara masif dan menarik, serta kerjasama yang baik dengan masyarakat. Kata kunci: roof garden, proyeksi manfaat, strategi perencanaan, pembangunan berkelanjutan, aplikasi Pendahuluan Penggunaan lahan perkotaan saat ini telah berubah dari lahan terbuka hijau menjadi built-up area. Fenomena tersebut menyebabkan fungsi sekuestrasi karbon oleh tanah dan biomassa berkurang pesat seiring peningkatan urbanisasi terutama ke ibukota Jakarta. Pada akhirnya berdampak buruk berupa keterbatasan lahan untuk habitat alami flora-fauna sehingga mengurangi estetika kota karena yang mayoritas terlihat adalah gedung-gedung pencakar langit. MinimnyaRuang Terbuka Hijau di kawasan ibukota Jakarta mengakibatkan polusi udara tinggi, dibuktikan dari banyaknya total emisi CO 2 di DKI Jakarta tahun 2005 yakni43,68 juta ton, sedangkan proyeksi tahun 2030 emisi CO 2 sebesar203,94 juta ton yang merupakan gabungan sektor transportasi, pembangkit, industri, sampah, rumah tangga, dan limbah cair (BPLHD DKI Jakarta dalam Susandi, 2011). Terjadinya penyempitan ruang publik untuk rekreasi dan tempat berkumpul komunitas, serta kurangnya area resapan air hujan yang