ASSALAMU'ALAIKUM NAMA : ARIZA AYURINDA NIM : 71154048 JURUSAN/SEM : ILMU KOMPUTER/III FAKULTAS : SAINS DAN TEKNOLOGI PERGURUAN TINGGI : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA (UINSU) MATA KULIAH : AKHLAKH TASAWUF DOSEN PENGAMPU : Dr. Ja'far, M.A Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Syihab Az-Zuhri Termasuk shighar at-tabi’in (tabi’in junior) Beliau adalah seorang yang kaya lagi dermawan. Beliau memiliki kedudukan yang tinggi di dalam Daulah Bani Umayyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada beliau kecerdasan yang tinggi dan kekuatan hafal yang mengagumkan, dengan itu semua beliau mendapat kedudukan tinggi terutama dalam bidang ilmu hadis, dan kepada beliau bermuaralah ilmu hadis. Beliaulah orang pertama yang membukukan ilmu hadis atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Biografi Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah dilahirkan di tahun 58 Hijriah, di akhir kepemimpinan Muawiyah. Pada tahun itu juga terjadi kejadian wafatnya Aisyah Radiallahu 'anha, istri Rasulullah SAW. Ibnu Syihab az-Zuhri tinggal di Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam. Selama delapan tahun Ibnu Syihab az-Zuhri ia tinggal bersama Sa'id bin Al-Musayyab di sebuah desa bernama Sya’bad di pinggir Syam. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah, sedangkan Az-Zuhri adalah nama panggilan yang disematkan oleh para ulama ahli hadits. Selain Az-Zuhri, dalam beberapa literatur beliau juga disebut dengan nama panggilan Abu Bakar Al-Madani. Az-Zuhri tumbuh menjadi seorang remaja di sebuah kota kecil di antara hijaz dan syam, bernama Ailah. Dan menghabiskan waktu senjanya di Sya’bad hingga beliau wafat di tahun 124 Hijriah dan dimakamkan disana. Salah satu sahabatnya bernama Shalih bin Kisan memberikan kesaksian, “Aku menuntut ilmu bersama Az-Zuhri, dia berkata kepadaku: ‘Mari kita tulis apa yang berasal dari Nabi SAW, ’ pada kesempatan yang lain dia berkata pula, ‘mari kita tulis apa yang berasal dari sahabat,’ dia menulis dan aku tidak. Akhirnya dia berhasil dan aku gagal.” Para ulama mengatakan, ketika itu tulis-menulis memang belum menjadi budaya bagi masyarakat arab, karena sebagian besar dari mereka masih ummi (tidak bisa membaca dan menulis) dan menyimpan ilmunya dengan mengandalkan kekuatan hafalan. Namun Az-Zuhri memiliki prinsip beda, beliau tetap menghafal, namun memiliki nilai lebih yakni menulis. Kegigihannya dalam membukukan hadits pun akhirnya mendapat dukungan besar dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dan Imam As-Suyuthi dalam bait Alfiah-nya mengatakan "Orang pertama yang membukukan hadits dan atsar adalah ibnu syihab atas perintah umar" Lebih dari 2200 hadits berhasil dihafal oleh Az-Zuhri, dan beberapa diantaranya tertulis dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih muslim. Beberapa ulama pun memujinya dengan pujian bahwa sanad hadits terkuat adalah yang berasal dari jalur Az-Zuhri dari Salim dari Bapaknya.