Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIKOM 2016) ISBN : 978-602-60010-0-9 Prosiding SNIKOM 2016 481 Sistem Prediksi Harga Kebutuhan Bahan Pokok Nasional Menggunakan Metode K-Nearest Neighbour Sofi Dwi Purwanto 1 Abd. Charis Fauzan 2 Agus Wahyudi 3 Fadzila Yudi Mardana 4 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Jalan Gajayana 50 Malang 65144, Indonesia Email : dwihayyana@gmail.com 1 , fauzancharis@gmail.com 2 , you.dikz99@gmail.com 3 , fadzilayudi@gmail.com 4 Abstrak Kesulitan untuk mengakses informasi mengenai harga kebutuhan bahan pokok dibeberapa daerah di Indonesia menyebabkan banyak oknum tengkulak nakal yang menipu para petani dengan membeli hasil panen dengan harga jauh dibawah harga jual dipasaran. SIPUT BANKOK (Sistem Informasi Prediksi Kebutuhan Bahan Pokok) dibangun agar dapat dimanfaatkan tidak hanya sekedar untuk memberikan informasi, namun juga dapat memprediksi fluktuasi harga kebutuhan bahan pokok dimasa mendatang. Aplikasi dibangun dengan mengimplementasikan metode k-nearest neighbor menggunakan 4 parameter input yang meliputi Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, kurs valuta asing atau nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika (USD) dan jumlah uang beredar dengan output harga ke-12 komoditas bahan pokok. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat diperoleh tingkat akurasi terbaik adalah sebesar 100% yaitu pada komoditas kedelai lokal dan tepung terigu dengan rata-rata tingkat akurasi sebesar 97,9445% dan error sistem sebesar 2,0555%. Kata kunci: Harga kebutuhan bahan pokok, SIPUT BANKOK, k-nearest neighbour. 1. Pendahuluan Dalam era teknologi seperti ini masyarakat bisa sangat mudah untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Banyak media yang dapat digunakan untuk mengakses informasi yang teraktual seperti, SMS, BBM, browsing, e-mail, sosial media dan masih banyak media komunikasi lainnya. Tetapi hal tersebut terkadang tidaklah sesuai terhadap kenyataan yang terjadi pada beberapa daerah di Indonesia. Banyuwangi Misalnya, selama ini masyarakat sulit untuk mengakses informasi. Terutama informasi tentang harga bahan pokok yang ada di pasar. Masyarakat harus meluangkan waktu tersendiri dengan datang langsung ke pasar hanya untuk bisa memperoleh informasi tersebut. Padahal, informasi yang mereka terima ketika sampai di pasar juga masih simpang siur. Terlebih lagi, ketika masyarakat pedesaan yang ingin menjual hasil panennya tetapi tidak mengetahui harga jual dipasaran sehingga banyak oknum tengkulak nakal yang menipu para petani dengan membeli hasil panen petani dengan harga yang jauh dibawah harga jual dipasaran. Hal ini mengakibatkan kesejahteraan para petani menjadi tidak bisa meningkat [1] . Berdasarkan deskripsi diatas, muncul gagasan untuk membuat aplikasi yang kami namakan SIPUT BANKOK (Sistem Informasi Prediksi Kebutuhan Bahan Pokok, sebuah sistem yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk memberikan informasi, namun juga dapat memprediksi fluktuasi harga kebutuhan bahan pokok dimasa mendatang. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan petani ataupun masyarakat lain yang membutuhkan dapat mengakses harga jual maupun harga beli untuk hasil panennya dipasaran, sehingga para petani tidak akan ditipu oleh oknum tengkulak nakal yang suka mempermainkan harga. Disisi lain masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai sejumlah harga kebutuhan barang-barang pokok. Perubahan harga bisa terjadi sewaktu-waktu yang dapat menyebabkan harga kebutuhan barang-barang pokok menjadi tidak stabil terutama menjelang hari-hari besar seperti bulan puasa hingga lebaran. Sebagaimana yang telah diberitakan