Sikap M ahasiswa U niversit as I ndonusa Esa U nggul Terhadap Cybersex Jurnal Psikologi V ol 7 N o 2, D esember 2009 38 SIKAP MAHASISWA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL TERHADAP CYBERSEX Karina Aprilia, Sulis Maryanti, Safitri Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Jakarta Jln. Arjuna Utara Tol Tomang Kebon Jeruk, Jakarta 11510 ABSTRAK Internet adalah salah satu teknologi yang popular digunakan saat ini. Salah satu dampaknya terhadap budaya dapat dilihat pada perubahan perilaku mahasiswa, seperti fenomena cybersex. Bagi beberapa orang, cybersex merupakan perilaku yang wajar untuk dilakukan karena tidak adanya batasan jarak, waktu dan wilayah. Tidak adanya batasan jarak, waktu dan wilayah akan mempengaruhi mahasiswa dalam bersikap. Sikap adalah kecenderungan untuk berespon positif (favorabel) atau negatif (unfavorabel) kepada seseorang, sesuatu, tempat, ide, ataupun situasi yg biasanya disebut sebagai obyek sikap. Kata Kunci : Sikap, Cybersex, Internet Pendahuluan Salah satu teknologi yang popular diguna- kan saat ini adalah internet, yaitu jaringan komputer yang terhubung satu sama lain dan mampu diope- rasikan hampir di semua tempat, baik di sekolah-se- kolah, universitas, warung internet (warnet), per- kantoran, ataupun di rumah-rumah. Internet me- rupakan sarana untuk menyelesaikan tugas sehari hari, mendapatkan informasi dan sumber hiburan bagi setiap penggunanya. Contohnya, salah satu universitas swasta di Jakarta yaitu Universitas Indonusa Esa Unggul, menggunakan e-learning dalam sistem pengajarannya sejak tahun 2005. Di Universitas tersebut disediakan fasilitas berupa be- berapa unit komputer di perpustakaan, setiap lantai disediakan 2 unit komputer, ruangan lab komputer dan ruangan khusus yang diberi nama corner untuk mahasiswa yang ingin membuka internet dengan menggunakan laptop pribadi. Oleh karena itu, ma- hasiswa bebas menggunakan internet secara bebas, gratis, dan merekapun bisa membuka situs apa saja yang mereka inginkan, mulai dari yang membantu tugas mereka sampai yang tidak membantu atau tidak bermanfaat. Pengguna internet melalui war- net sebanyak 60-70 % adalah kalangan mahasiswa dan pelajar yang masih berusia remaja ( www.bogor.net ). Ketertarikan remaja terhadap materi porno di internet berkaitan dengan masa transisi yang sedang dialami remaja. Secara kronologis yang ter- golong remaja ini berkisar antara usia 13-21 tahun menurut Yulia & Singgih D.Gunarsa (dalam Dariyo Agoes, 2004). Hurlock (1993) menyatakan bahwa remaja sedang mengalami berbagai macam peru- bahan (baik pada aspek fisik, seksual, emosional, religi, moral, sosial, maupun intelektual) yang me- nyebabkan dorongan seksual anak meningkat. Remaja menjadi makin sadar terhadap hal- hal yang berkaitan dengan seks dan berusaha mencari lebih banyak informasi mengenai seks, termasuk informa-si tentang seks melalui akses internet, hal lain yang membuat remaja tertarik dengan materi seks selain faktor usia, karena sudah terbentuknya identitas sek-sual yang tidak akan berubah lagi Oleh karena itu, remaja menjadi salah satu segmen yang rentan terhadap keberadaan porno- grafi, terutama situs porno. Menurut jurnal yang berjudul Cybersex (dalam Ermida, 2004) hampir 80% gambar di internet adalah gambar porno. Menurut Nielsen netratings pada Oktober 2003, 30% pengunjung situs porno adalah wanita. Menu- rut jurnal yang berjudul Perbedaan Sikap Terhadap Seks Dunia Maya Pada Mahasiswa ditinjau dari Jenis Kelamin (dalam satria, 2009) dimana sikap mahasiswa terhadap cybersex lebih positif diban- dingkan mahasiswi. Menurut penelitian Hurlock (2003) menyebutkan bahwa remaja lebih tertarik kepada materi seks yang berbau porno dibanding- kan dengan materi seks yang dikemas dalam bentuk pendidikan, dikarenakan mahasiswa lebih mau membuka materi seks lewat internet dengan alasan sebagai pengetahuan yang juga bisa sebagai hiburan yang kapan dan dimana saja di akses dari pada ha- rus membaca buku walaupun buku tersebut berisi- kan materi seks (hasil wawancara pada 3 orang ma- hasiswa terdiri dari 2 laki-laki dan 1 perempuan pada tanggal 22 Maret 2010). Akses terhadap situs porno telah memberikan dampak negatif yang sangat mendasar. Mahasiswa di Yogyakarta misal- nya, seperti yang ditulis dalam Jurnal Balairung edisi 38, bahwa mahasiswa adalah pengguna ter- besar situs porno (defickry.wordpress.com). Satu kelebihan berinteraksi di internet ada- lah tidak adanya batasan jarak, waktu, dan wilayah