POTENCY ASSESSMENT OF MT. PENANGGUNGAN, MOJOKERTO AND PASURUAN REGENCY, EAST JAVA PROVINCE Eko Teguh Paripurno 1 , Purbudi Wahyuni 2 , Helmi Murwanto 1 , Girindra Pradana 1 , Wiratama Putra 1 , Geri Prabowo 1 paripurno@upnyk.ac.id 1 Geological Engineering of UPN “Veteran” Yogykarta, and 2 Ekonomi Manajemen UPN “Veteran” Yogyakarta Abstrak G. Penanggungan (7,615°LS 112,62°BT), berada wilayah Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Selama ini G. Penanggungan dinyatakan sebagai Penanggungan Volcanics maupun Satuan Piroklastika Penanggungan, berumur Kuarter Atas. Kajian lebih rinci menunjukkan gunungapi tersebut terdiri dari beranekaragam litologi, berupa lava, aliran piroklastika dan lahar, yang menegaskan statusnya sebagai gunugapi strato. Di Penanggungan terdapat sekitar 120 situs-situs peninggalam Mataram Kuno sampai Majapahit (abad 10 -14). Sampai saat ini telah didatakan situs-situs berupa candi, pemandian/petirtaan, punden berundak, goa pertapaan, pagar, jalan. Situs-situs tersebut tersebar di kaki hingga puncak gunung. Paper ini mengemukakan tentang kondisi geologi sangat mempengaruhi penentuan lokasi situs, arsitektur dan bahan pembentuk candi. Kekhasan ini memungkinkan kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan geopark. Kata kunci : Vulkanostratigrafi, Geopark, G. Penanggungan Abstract Penanggungan Volcano (7.615°N, 112.62°E), located at Mojokerto and Pasuruan districts, East Java Province. G. Penanggungan expressed as Penanggungan Volcanics and pyroclastics Unit Guarantee, in Upper Quaternary age. More detailed studies indicate that consists of diverse volcanic lithology, as lavas, pyroclastic flows and lahars, which confirmed his status as gunugapi Strato. In Penanggungan there are about 120 sites heritage of Mataram Kuno until the Majapahit (10 to 14 century). Until now this sites colected such as temples, baths / petirtaan, punden, cave hermitage, fences, and roads. These sites are scattered at the foot of the highest peaks. This paper argues about the geological conditions greatly affect the determination of the location of the site, the architecture and the material forming the temple. This peculiarity allows this area developed as a geopark. Key words : Volcanostratigraphy, Geopark, G. Penanggungan of 1 6