Manajemen Konstruksi Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7) Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013 K - 103 PENERAPAN VALUE ENGINEERING(VE) OLEH KONTRAKTOR DAN KONSULTAN INDONESIA (078K) Peter F Kaming 1 dan Elfran B. Prastowo 2 1 Staf Edukasi, 2 Alumni,Universitas Atma Jaya Yogyakarta.Jalan Babarsari 44 PoBox1086, Yogyakarta, 55281, Korespondensi e-mail: kaming@mail.uajy.ac.id ABSTRAK Penerapan VE pada bidang konstruksi merupakan suatu pendekatan yang dilakukan secara sistematis oleh tim dari banyak disiplin ilmu yang melakukan fokus pada nilai dan fungsi. Penerapan VE pada proyek konstruksi mempunyai potensi penghematan yang cukup besar dari anggaran biaya proyek.Penerapan VE yang dilakukan pada proyek konstruksi, teknik dan alternatif yang dipakai berbeda-beda, hal ini disebabkan karena pendekatan yang dipakai, kondisi budaya, dan sistem procurement yang berbeda.Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi praktik VE di Indonesia, mengkaji faktor sukses dalam praktik tersebut, pengetahuan dan pengalaman tentang VE, dan kendala-kendala yang sering dihadapi dalam praktik VE.Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang memiliki pengetahuan tentang VE.Data dari 12 dan 10 reponden masing-masing dari konsultan dan kontraktor yang didapat dari kuesioner dianalisis menggunakan analisa deskriptif.Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan VE di Indonesia dilakukan pada proyek yang sedang diusulkan maupun pada proyek yang sedang berjalan, pengetahuan dan pengalaman pelaku konstruksi menjadi faktor sukses utama, pelaku konstruksi memiliki pengetahuan yang cukup tentang VE, dan kurangnya pengetahuan tentang VE menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan VE di Indonesia. Kata Kunci : Value Engineering, Kontraktor, Konsultan, Indonesia. 1. PENDAHULUAN Value Engineering (VE) atau dalam Bahasa Indonesia disebut rekayasa nilai adalah sebuah teknik dalam manajemen menggunakan pendekatan sistematis untuk mencari keseimbangan fungsi terbaik antara biaya, keandalan dan kinerja sebuah proyek (Dell’Isola,1982).Nilai rekayasa mengacu pada proses sistemik, tujuannya adalah untuk memaksimalkan nilai indeks proyek. Indeks nilai mengacu pada rasio nilai bahan atau metode yang diperlukan untuk memberikan fungsi terhadap biaya (Raj, 2002). VE dikembangkan pertama kali di industri manufaktur pada masa setelah Perang Dunia II dengan melakukan perubahan metode dan pencarian alternatif produk atau komponen lain dilakukan pada saat itu sebagai akibat dari kurangnya sumber daya selama Perang Dunia II. Usaha perubahan ini dilakukan untuk melakukan peningkatan nilai suatu produk dengan memfokuskan pada fungsi produk tersebut (McGeorge dan Palmer, 1997). Penerapan VE pada bidang konstruksi merupakan suatu pendekatan yang dilakukan secara sistematis oleh tim dari banyak disiplin ilmu yang melakukan focus pada nilai dan fungsi. Penerapan VE pada proyek konstruksi mempunyai potensi penghematan yang cukup besar dari anggaran biaya proyek. Dari penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Palmer, Kelly, dan Male (1996) menunjukkan penghematan yang dicapai dalam penerapan VE pada proyek konstruksi cukup besar, yang mencapai 34-36 % dari total anggaran biaya proyek. Penerapan VE yang dilakukan pada proyek konstruksi, teknik dan alternatif yang dipakai berbeda-beda, hal ini disebabkan karena pendekatan yang dipakai, kondisi budaya, dan sistem procurement yang berbeda.Sistem VE yang dipakai di Amerika berbeda dengan yang dipakai di Inggris dan Jepang (McGeorge dan Palmer, 1997). VE mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1986. Namun, sejak tahun 1990an sampai dengan awal tahun 2003, perkembangan VE di Indonesia tidak banyak diketahui. Karena kurangnya regulasi dari pemerintah yang menyinggung penerapan program VE. Baru mulai pada tahun 2007 perkembangan VE kembali mulai terasa. Departemen Pekerjaan Umum (DPU) telah mengeluarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi tenaga ahli VE. Pada saat itu juga penerapan VE pada proyek-proyek konstruksi mulai tampak meskipun umumnya dilakukan oleh proyek-proyek swasta Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi praktik VE di Indonesia, mengkaji faktor sukses dalam praktik tersebut, pengetahuan dan pengalaman tentang VE, dan kendala-kendala yang sering dihadapi dalam praktik VE. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk: 1) identifikasi praktik VE pada industri konstruksi di Indonesia; 2) identifikasi faktor sukses dalam praktik VE pada industri konstruksi di Indonesia; 3) mengkaji