Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. Vol. 4. No. 1 Mei 2013: 63-71____________________ ISSNN 2087-4871 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, IPB _______________________________ E-mail: jtpkipb@gmail.com TINGKAT KETERGANTUNGAN NELAYAN GILLNET DI KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU TERHADAP SUMBERDAYA IKAN (DEPENDENCY OF GILLNET FISHER IN KARANGSONG, INDRAMAYU TO FISH RESOURCES) Iin Solikhin 1,2 , Eko Sri Wiyono 2 dan Akhmad Solihin 2 1 Corresponding author 2 Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia E-mail: iinsolikhin.psp46@gmail.com ABSTRACT Fishermen have a high level dependency on fish resources. Therefore, it is necessary to make a job diversification as an alternative income. However, to diversify the job, it is necessary to analyze the dependency level of fishermen on fish resources. The purpose of this research are (1) to describe gillnet fisheries in PPI Karangsong, (2) to analyze the dependency level of fishermen in PPI Karangsong on fish resources. Using cryterias of number of families, time allocation, income, and expenses dependency level ofishermen were calculated using Multi Cryteria Analysis (MCA). The result of this stydy showed that gillnet fishermen in Karangsong coastal fishing port is dominated by gillnet 0-10 GT group. Gillnet ship which less than 25 GT is still using ice to preserve the fish, while the bigger ship (≥ 25 GT) already using freezer. Dependency level of fishermen who operated gillnet < 20 GT is higher than gillnet > 20 GT. Keywords: Dependency, fishermen, gillnet, Indramayu, Karangsong ABSTRAK Ketergantungan nelayan terhadap sumberdaya ikan pada umumnya memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan adanya diversifikasi pekerjaan sebagai sumber pendapatan alternatif saat ikan susah didapatkan. Namun untuk melakukan diversifikasi pekerjaan tersebut, maka perlu dilihat terlebih dahulu tingkat ketergantungan nelayan terhadap sumberdaya ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan perikanan gillnet di PPI Karangsong, (2) menganalisis tingkat ketergantungan nelayan gillnet di PPI Karangsong terhadap sumberdaya ikan. Perhitungan tingkat ketergantungan menggunakan Multi Cryteria Analysis dengan kriteria yang digunakan yaitu jumlah keluarga, alokasi waktu, pendapatan, dan pengeluaran. Perikanan gillnet di PPI Karangsong didominasi oleh kelompok gillnet 0-10 GT. Kapal gillnet < 25 GT masih menggunakan es, sedangkan kapal ≥ 25 GT menggunakan freezer. Tingkat ketergantungan nelayan gillnet 0-20 GT terhadap sumberdaya ikan lebih tinggi dibandingkan dengan nelayan gillnet > 20 GT. Kata kunci: Gillnet, Indramayu, ketergantungan, nelayan, PPI Karangsong I. PENDAHULUAN Ketergantungan nelayan terhadap sumberdaya ikan pada umumnya memi- liki tingkat ketergantungan yang tinggi. Namun untuk memanfaatkan sumber- daya ikan ini, nelayan harus meng- hadapi resiko yang tinggi seperti resiko keselamatan kerja dan ketidakpastian hasil tangkapan yang tinggi. Saat mu- sim paceklik, nelayan sering kali menga- lami kesusahan untuk menangkap ikan di laut dan bahkan tidak mendapatkan ikan sama sekali. Selain itu, nelayan juga tidak dapat melaut karena cuaca buruk. Sehingga saat musim paceklik nelayan sering kali tidak berpeng- hasilan. Hal tersebut disebabkan oleh adanya ketergantungan nelayan terha- dap sumberdaya ikan yang tinggi. Kon- disi tersebut juga dialami oleh nelayan di PPI Karangsong. PPI Karangsong merupakan salah satu pelabuhan perikanan yang memi- liki aktivitas perikanan yang teramai di Indramayu. Berdasarkan data produksi ikan dari tahun 2007-2010 yang dike- luarkan oleh Dinas Kelautan dan Per- ikanan Indramayu (2010), PPI Karang- song memiliki produksi ikan yang tertinggi dibandingkan dengan pelabu- han perikanan lain yang ada di Indra- mayu. Banyaknya produksi ikan terse- but didominasi oleh produksi dari unit