1 Kota So’E: Sejarah dan Kenangannya Pdt. Dr. Ebenhaizer I Nuban Timo Email: ebenhur65@yahoo.co.id Terbentuknya Kota So’E So‟E hanyalah sebuah kota kecil di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propensi Nusa Tenggara Timur (NTT). Luas kota itu tidak lebih dari 30 Km persegi dengan jumlah penduduk berkisar 60 ribu jiwa. Letaknya 110 KM ke arahTimur dari Kupang. Penunjukan So‟E sebagai ibu kota Kabupaten TTS terjadi bersamaan dengan pembentukan propensi NTT tanggal 20 Desember 1958. 1 Meskipun demikian, jauh hari sebelumnya So‟E sudah dipersiapkan menjadi pusat pemerintahan kerajaan Molo menggantikan kota Kapan. Persiapan itu berlangsung sejak 5 Agustus 1907 dan makin intensif tahun 1012 dengan dibangunnya rumah bagi Controleur Belanda waktu itu: Telep yang berlokasi di rumah jabatan Bupati TTS saat ini. Tahun 1919 Belanda membangun lagi perumahan pegawai, asrama polisi dan tentang di So‟E. Pada tanggal 1 September 1922 menjadi hari di mana pusat pemerintahan Belanda secara definitif dipindahkan dari Kapan ke So‟E (Kase, 2001:54). Sebagai tanda ditanamlah sebuah pohon beringin di lapangan bola voli Polres TTS. Pada waktu buku ini ditulis pohon beringin itu masih berdiri kokoh di tempatnya. Orang-orang pertama yang tinggal di Kota So‟E adalah orang Rote, Sabu dan Tionghoa. Itulah sebabnya sampai saat ini di So‟E ada Kampung Rote dan Kampung Sabu. Orang-orang Tionghoa pada waktu itu lebih memilih tinggal di pusat kota dan memegang kendali ekonomi dan bisnis di Kota So‟E. Sejarah Nama So’E Secara harafiah, arti kata So’E dalam bahasa daerah suku-suku yang mendiami TTS adalah menimba”. Ada dua versi cerita mengenai asal usul nama So‟e. Baiklah kami terlebih dahulu menuturkan kedua versi itu. Barulah setelah itu mencoba menawarkan analisa yang membantu pembaca untuk menentukan penilaian. a. versi pertama Versi pertama ditemukan dalam beberapa karya tulis Piter Middelkopmisionaris dan antropolog Belanda yang menghabiskan waktu hidupnya selama 30 tahun di TTS. Kisahnya berbunyi sebagai berikut. Pada zaman dahulu ada seorang bangsawan (usif) yang bernama Nai San Metan. Marga aslinya adalah ASBANU dan sering dipanggil SAN ASBANU. Nama Nai San Metan diberikan kepadanya karena warna kulitnya hitam. Ya, begitulah cara orang-orang di Timor menyapa sesamanya. Jarang seseorang disapa dengan nama dirinya. Itu sebuah perbuatan yang tidak 1 Sistim Pemerintahan Tradisional di TTS.