Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 2 - 4 Desember 2013 Copyright © 2013 SESINDO PENILAIAN TINGKAT KEMATANGAN KESELARASAN STRATEGI BISNIS DAN TI (STUDI KASUS UNIVERSITAS XYZ) Marcel 1) , Budi Yuwono 2) 1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta, 11470 Telp : (021) 566 9999 Ext.1307, Fax : (021) 566 6951 E-mail : marcel@ukrida.ac.id 1) 2 Magister Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia Jl. Salemba raya No.4, Jakarta, 10430 Telp : (021) 310 6014, Fax : (021) 310 2774 E-mail : yuwono@cs.ui.ac.id 2) Abstrak ITGI (IT Governance Institute) menyebutkan bahwa keselarasan strategi bisnis dan TI organisasi merupakan kunci untuk merealisasikan manfaat TI bagi bisnis. Besarnya celah / jurang pemisah antara strategi TI dengan strategi bisnis akan berdampak terhadap performa bisnis organisasi, terutama jika organisasi tersebut mengandalkan TI dalam operasional bisnisnya atau menjadikan TI sebagai salah satu nilai jualnya. Universitas XYZ sebagai salah satu institusi perguruan tinggi melihat TI sebagai syarat wajib untuk membangun kompetensi dan kapabilitas dalam rangka kompetisi di areanya. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dilakukanlah penilaian keselarasan strategi bisnis dan TI di Universitas XYZ dengan menggunakan model Luftman SAMM (Strategic Alignment Maturity Model). Saat ini Universitas XYZ memiliki nilai keselarasan strategi yang berada di level 1 (Initial), dimana pada level tersebut, keselarasan strategi masih belum ada atau belum di implementasikan. Kata Kunci: Luftman's SAMM, Strategic Alignment Maturity Model, keselarasan strategi Abstract ITGI (IT Governance Institute) says that the alignment of IT and business strategy of the organization is the key to realizing the benefits of IT to the business. The magnitude of the gap between the IT strategy with business strategy will impact the business performance of an organization, especially if the organization is relying on IT for its business operations or using IT as a selling point. XYZ University as one of the higher education institutions see IT as a mandatory requirement to build competencies and capabilities in the context of competition in the area. Based on these requirements, we performed the assessment of IT and business strategy alignment at the University of XYZ by using a model of Luftman SAMM (Strategic Alignment Maturity Model). XYZ University XYZ currently has a value of alignment strategies are in level 1 (Initial), which at that level, alignment strategies still not exist or have not been implemented. Keywords: Luftman's SAMM, Strategic Alignment Maturity Model, strategic alignment 1. PENDAHULUAN Penggunaan TI di dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi (seperti akademi, universitas) semakin memainkan peran yang vital. Dari hari-ke-hari, peran TI semakin penting yang mencakup semua aspek layanan seperti kegiatan belajar-mengajar, administrasi dan penelitian. Menurut ITGI [1], keselarasan strategi antara bisnis dan TI berfokus pada upaya untuk memastikan adanya hubungan / relasi antara rencana bisnis dengan TI; mencakup aktivitas pendefinisian, pemeliharaan, validasi nilai TI dan penyelarasan TI dengan operasional organisasi. Lebih lanjut lagi, ITGI juga menyebutkan bahwa elemen kunci dari tata kelola TI adalah penyelarasan strategi bisnis dan TI. Keselarasan strategis bisnis dan TI sebagai estafet awal dalam rangka menggali potensi manfaat TI bagi bisnis. Melihat kebutuhan tersebut, Universitas XYZ memandang investasi TI sebagai investasi yang strategis. Masalahnya pihak manajemen (rektorat) mengalami kesulitan untuk memastikan apakah inisiatif-inisiatif TI yang sudah, sedang atau akan dilaksanakan sudah sesuai dengan strategi organisasi. Manajemen juga perlu tau, sejauh mana inisiatif-inisiatif TI yang sudah dilakukan berdampak terhadap organisasi.