ALIRAN- ALIRAN FILSAFAT DALAM MATEMATIKA Agung Prabowo Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Indonesia Email : agung_nghp@yahoo.com Abstract. Mathematical philosophy doesn’t add a number of new mathematical theorems or teories, so mathematical phylosophy is not mathematics. Mathematical phylosophy is a reflection on mathematics. After having studied for a long time, one need to reflect the result of the study by reflecting it to mathematical phylosophy. This article discusses the mathematical phylosophy streams and their role and function, and describes formalism mathematical phylosophy specially. Keywords: mathematical philosophy, formalism 1. Pendahuluan Pada masa sebelum adanya filsafat matematika, untuk mengatasi terjadinya kontradiksi salah satu caranya adalah dengan melenyapkan subyek penyebab terjadinya kontradiksi tersebut. Agar filsafat Pythagoras all is number tetap suci dan terjaga, maka Hippasus, sebagai penemu 2 yang merupakan bilangan irasional dan potensial untuk merusak filsafat Pythagoras, perlu untuk dibiarkan menjemput maut di tengah laut. Kontradiksi yang dimuculkan Hippasus dalam sistem bilangan rasioal yang dibangun Pythagoras, saat ini tidak perlu diselesaikan secara berdarah. Harus dikedepankan penyelesaian yang beradab. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah sistem, dan itu adalah filsafat matematika, supaya pengetahuan matematis menempati posisi yang secara sistematis mempunyai kebenaran yang terjaga dan terbebas dari berbagai kontradiksi. Filsafat matematika bersifat pragmatik-eklektik, artinya perbedaan aliran filsafat tidak harus menimbulkan perang senjata seperti yang terjadi pada perbedaan madzhab politik, tetapi cukup diselesaikan dengan perang pena, polemik dan berwacana. Dengan bercermin pada filsafat matematika, pekerja matematika (tidak harus matematikawan) dapat meyakini apakah selama ini dan saat ini telah bekerja pada arah yang benar. JM P : Volume 1 Nomor 2, Oktober 2009